AES041 Tentangku (Bagian 4: Keluarga)
maulrest
Monday October 30 2023, 11:21 AM
AES041 Tentangku (Bagian 4: Keluarga)

Tulisan ini ditulis ketika aku mengajukan lamaran ke Rumah Belajar Semi Palar
cerita lanjutan dari https://ririungan.semipalar.sch.id/maulrest/blog/5376/aes039-tentangku-bagian-3

Keluarga

Bagian keluarga ini sebetulnya sering kali Maul sembunyikan ketika bertemu orang baru, termasuk lingkungan kerjanya. Walaupun pada akhirnya semua juga pasti tahu dan tidak terlalu menjadi masalah juga. Ini berhubungan dengan ayahnya yang menggeluti salah satu profesi yang paling dibenci di Indonesia, ya beliau berprofesi sebagai seorang polisi.

Ia dan ayahnya memang tidak pernah mengelak bahwa profesi ini diisi oleh hanya beberapa oknum orang baik, dikarenakan memang lebih banyak anggota yang tidak benarnya daripada yang benarnya. Namun dari fenomena inilah ayahnya selalu mengajarkan untuk menjaga integritas walaupun hidup di lingkungan busuk sekalipun.

Berbanding terbalik dengan profesi ayahnya yang mayoritas dibenci publik, profesi yang dipilih Maul adalah salah satu profesi yang sering disanjung-sanjung oleh masyarakat Indonesia. Yang masyarakat tidak sadari dari profesi ini adalah sebetulnya profesi mulia ini pun disusupi beberapa orang jahat. Maul selalu percaya orang jahat itu tersebar di semua profesi maka kita harus selalu berhati-hati, “always look the best in people, but don’t forget to expect the worst”.

Stigma masyarakat Indonesia terhadap guru yang terlampau baik terkadang malah menjadi sisi mata pisau lain yang mengakibatkan oknum jahat tidak terdeteksi bahkan terkesan berlindung dibalik nama guru dan menyebabkan beberapa guru menjadi anti-kritik. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia pun selama ini menjadi guru yang seperti ini, tapi ia selalu berharap dikelilingi orang-orang baik yang bisa mengingatkan ketika ia melakukan kesalahan.

Ayahnya pun sering kali mengajarkan sebisa mungkin anak-anaknya tidak boleh membawa atau memanfaatkan profesi yang ayahnya miliki. Mungkin itu salah satu alasan juga ayahnya tidak memberikan nama akhir yang sama kepada anak-anaknya agar bisa membentuk masa depannya sendiri tanpa membawa ataupun terseret oleh profesi ayahnya.

Sang ibu pun punya idealisme dan pemikiran yang tidak jauh beda dengan ayahnya. Berkaca dari beberapa istri pejabat polisi yang sering terlihat arogan dan terkesan memanfaatkan profesi suaminya, ibu dari Maul mencoba untuk berdiri sendiri dengan membuka usaha warung sederhana yang lama kelamaan berkembang menjadi toko sembako. Bahkan bisa dibilang penghasilan toko sembako ini hampir bisa menyamai penghasilan sang ayah.

Ibu Susi terkadang punya pemikiran berbeda dengan anaknya, seperti mendorong untuk memasukan Maul ke jurusan IPA padahal minatnya lebih ke IPS dan juga termasuk keputusan-keputusan lainnya. Tapi beliau tidak pernah menutup diskusi, bahkan sebaliknya, selalu mengajak berdiskusi dengan argumen-argumen kuat dan mencari jalan tengah yang terbaik bagi anaknya. Pun begitu ketika Maul mengalami kegagalan, Ibunya tidak pernah memarahi bahkan selalu menenangkan. Layaknya kisah ibunda dari Paul McCartney yang mencoba menenangkan putranya di dunia mimpi dan lalu menjadi inspirasi ditulisnya salah satu lagu The Beatles, maka Lirik lagu Let it Be punya tempat spesial di hati Maul. “When I find myself in times of trouble, Mother Susi comes to me. Speaking words of wisdom, let it be…”

Setelah dibesarkan dua orang hebat, sekarang Maul punya tanggung jawab besar untuk menjalani kehidupan keluarga dengan seorang istri dan satu anak laki-laki. Untuk istrinya, tidak ada kalimat lain yang bisa menjelaskan selain dari kutipan Plato, “Every heart sings a song incomplete, until another heart whispers back.” Seorang istri yang melengkapi kepingan puzzle dari Maul yang tidak lengkap dan yang sekarang sedang berjuang dengan profesi guru juga. Tanpa ditemani istri yang hebat ini, bisa jadi ia sudah kehilangan arah.

Bersambung ke bagian 5....

You May Also Like