Kano dan saya duduk berdua menghadapi televisi. Kami sedang menonton salah satu film marvel, Captain America: Civil War kalau tidak salah. Saya lupa. Pada saat itu Vision sedang memasak di dapur dan Wanda mendekati sambil bertanya apakah Vision sedang memasak Paprikash. Wanda mengambil spatula dan mencicipi saos.
"Don't put it back! Don't put it back!" teriak Kano
Benar saja, Wanda menaruh spatula itu kembali ke panci saos.
"Oh no! If Mr.G sees that, she'll be in trouble!" Kata Kano Lagi
Saya tertawa terbahak-bahak. Memang betul bahwa Wanda saat itu melanggar aturan yang berkaitan dengan food safety. Di tempat kerja Kano, ada Mr.G itu nama yang sengaja saya pendekkan karena khawatir kalau yang bersangkutan membaca esai saya ini hahahaha.. Ya, Mr. G adalah teman baik saya di tempat kerja yang tugasnya sebagai specialis di bagian Food Safety dan Quality Assurance. Dia bukan seseorang yang selalu disukai banyak orang karena pekerjaannya adalah mengkoreksi segala bentuk kesalahan yang dilakukan oleh para pekerja demi keselamatan dan juga kualitas makanan. Contohnya jika ada karyawan di dapur yang memiliki rambut gondrong dan tidak memakai topi maka itu merupakan pelanggaran karena jika ada rambut jatuh ke makanan maka akan menjadi masalah, jika ada sayuran untuk selada yang sudah layu, atau tomat yang mulai tidak baik, Mr.G pasti akan menegur. Nah orang-orang yang ditegur itu jadi benci pada dia. Maklum lah, tidak sedikit orang yang alergi pada kritik walau sebetulnya segala bentuk kritik itu tujuannya untuk memperbaiki. Agar menjadi lebih baik.
Saya melihat banyak dampak positif yang Kano peroleh dari pekerjaan. Hal-hal yang dia pelajari dan dia observasi menjadikan dia jeli dalam kesehariannya. "I feel weird to touch the food without gloves." Katanya suatu hari. Hahaha... Memang di rumah dia sama sekali tidak ke dapur, paling-paling dia menggunakan microwave atau air fryer, selebihnya tidak. Suatu waktu saya suruh dia memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas, dan itulah saat dia berkata soal gloves. Ini dampak dari pekerjaan, dampak positif yang dia serap dari arahan Mr. G.
Ada orang-orang yang ingin membuat lingkungan sekitar menjadi tempat yang lebih baik. Itu yang setidak-tidaknya kami inginkan terjadi di tempat kerja, berusaha menularkan dampak positif di tempat kerja. Tapi jangan salah, ada juga orang-orang yang sadar atau tidak, niat atau tanpa sengaja menyebarkan hal-hal negatif. Hampir di setiap tempat kita dapat menemukan orang-orang yang semacam ini. Mungkin mereka tidak sengaja, tapi seringkali saya dapat merasakan seketika ketika mereka, misalnya, memasuki ruangan, tiba-tiba ada seperti aura negatif yang terasa. Semesta mungkin pada awalnya diciptakan untuk menjadi sempurna atau pada awalnya mungkin memang sempurna, tapi manusia memiliki kelemahan. Perubahan pun mulai terjadi.
Umumnya setiap orang berpendapat bahwa yang memberikan dampak positif atau negatif pada sekeliling kita membutuhkan orang yang memiliki karisma, membutuhkan pribadi yang superior yang lebih dari orang-orang lain, seorang pemimpin yang memiliki otoritas atau seseorang yang mempunyai kekuatan lebih dari yang lain. Ternyata sebenarnya tidak demikian, setidak-tidaknya tidak 100% benar!
Memang benar orang yang berkarisma, yang lebih superior dibandingkan dengan yang lain, atau orang yang lebih berkuasa akan lebih leluasa dalam memulai perubahan, tapi jangan salah peran-peran kecil juga mempunyai dampak yang luar biasa dalam masyarakat. Contoh misalnya orang tua. Ayah dan ibu kebanyakan tidak mempunyai peran berarti di masyarakat tapi jika kita perhatikan benar-benar, peran-peran kecil dalam keluarga itu secara kumulatif sangat berpengaruh dalam hal perubahan di masyarakat. Bukan begitu?
Banyak bukti dalam sejarah mencontohkan bahwa tidak sedikit orang-orang yang biasa saja justru memberikan dampak yang sangat luar biasa pada masyarakat. R.A. Kartini, misalnya. Memang beliau seorang ningrat, tapi sebagai wanita di jaman itu, beliau tidak mempunyai kekuatan apa-apa, sekolah pun dibatasi karena pada saat itu wanita memang dianggap tidak membutuhkan pendidikan tinggi. Wanita hanya mempunyai peran sebagai ibu rumah tangga. Kartini kemudian mulai menjadi pelopor pergerakan emansipasi wanita, mendirikan sekolah untuk perempuan dan sebagainya. Orang yang biasa saja kemudian menjadi luar biasa karena memberikan dampak yang luar biasa pada masyarakat.
Salah satu hal yang memicu dampak positif pada masyarakat adalah keinginan untuk maju, keinginan untuk menjadi lebih baik di masa depan. Orang-orang yang memiliki keinginan seperti ini berusaha membagikannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Membagikan hal-hal positif pada lingkaran di sekitarnya dan hal-hal semacam itu saya percaya merupakan hal yang menular. Menulari sekeliling kita dengan hal-hal positif walaupun yang sangat sederhana, akan berdampak besar pada masyarakat. Mungkin tidak terlihat tapi dari contoh teriakan Kano,"Don't put it back!", saya yakin dia akan setiap kali melakukan hal itu pada banyak orang, teman-temannya dan orang sekitarnya. Lalu bayangkan jika teman-temannya juga "tertular" dan melakukan hal sama yang Kano lakukan! Kecil tapi berdampak!
Foto credit: youtube.com
Absolutely... small things matter...