"Good Afternoon, this is Jo," Kata saya menjawab telepon.
"Good Afternoon, This is Jennifer from the clinic. I just want to inform you about the Covid test you just took this afternoon."
"Oh no!" Kata saya.
Jennifer di sebrang sana berhenti sejenak, sepertinya agak terkejut mendengar reaksi saya. Saya bereaksi karena ingat teman kerja saya mendapat telepon sekitar 1 jam sesudah ditest karena hasilnya positif, sementara saya waktu itu hanya dikirimi email karena hasilnya negatif. Memang biasanya begitu, saya sudah puluhan kali test PCR dan selalu dikirimi email. Kali ini saya ditelepon maka secara otomatis saya beranggapan bahwa hasil test Covid saya positif.
"Hello, Jo? are you still there?"
"Yes, I am." jawab saya masih setengah panik.
"I am calling just to inform you that your test result is negative!" Kata Jennifer di seberang sana
Serentak sama merasa melayang-layang karena tiba-tiba beban yang mencekam yang saya rasakan beberapa saat yang lalu terbang begitu saja.
"Oh My God!" Kata saya setengah berteriak.
"I thought my result is positive. Usually I just receive an email. Nobody ever call to inform me the test result. My friend got a phone call and it was positive." Kata saya
Percakapan kami berlanjut beberapa saat. Jennifer tertawa- tawa mengetahui betapa terkejutnya saya menerima telepon darinya dan setelah saya jelaskan akhirnya dia mengerti mengapa saya begitu terkejut mendapat telepon dari dia.
Walau sudah hampir mendekati 3 tahun, Covid 19 ini memang masih terus mencekam. Sedikit sakit kepala dan sakit tenggorokan atau batuk-batuk, kita langsung banyak menduga-duga. Setahu saya rekan-rekan kerja satu gedung hampir semuanya sudah pernah terjangkit, hanya saya dan satu orang lagi yang sedikit "berbangga" menyatakan diri sebagai kelompok "Novid" alias mereka yang belum terjangkit. Saya selalu berusaha berhati-hati bahkan memegang handle pintu saja menggunakan tissue. Handle pintu menurut saya adalah benda yang paling kotor karena dijamah banyak orang. Saya juga tidak pernah menggunakan uang! Uang adalah benda yang paling kotor dan menjadi media penyebaran bakteri dan virus. Saya bersyukur hingga saat ini masih aman-aman saja. Tapi telepon siang tadi memang membuat saya ketakutan. Ada-ada saja.. entah mungkin iseng atau memang tidak ada kerjaan sehingga si suster menelepon saya. Dan benar saja beberapa saat kemudian ada email masuk yang menyatakan bahwa saya negatif. Suster itu sepertinya mau menakut-nakuti saya, dan dia berhasil dengan gemilang! Hahahaha..
Photo Credit: Forbes.com