Bagaimana jika ada orang lain yang tiba-tiba masuk kelompok dan mengikuti kegiatan?
Bagaimana respon orang-orang tersebut?
Pasti akan mengherankan dan terlihat aneh.
Bahkan mungkin akan mengganggu suasana siklus kelompok tersebut.
Kira-kira hal tersebut yang akan muncul untuk bentuk performance act yang bersifat spontan. Ide liar bermunculan dengan bertambahnya referensi pertunjukkan teater atau drama yang bentuknya tidak biasa. Mungkin kita mengetahuinya dengan istilah seni yang abstrak atau kontemporer. Ada rasa juga kesan yang berbeda saat penonton diajak menjadi bagian dari pertunjukkan. Bahkan mungkin penonton belum atau tidak mengetahui bahwa pertunjukkan tersebut sudah dimulai. Wah, tampaknya akan menarik bila teman-teman bisa membuat pertunjukkan tersebut di Rumah Belajar Semi Palar!
Drama dan teater sudah sering ditampilkan oleh banyak jenjang di Smipa. Tentunya dengan kreativitas yang besar yang dimiliki teman-teman Smipa, perlu adanya inovasi ataupun bentuk baru dan unik untuk membangun imajinasi yang lebih luas. Saya pun terpikir bentuk pertunjukkan yang spontan namun berkesinambungan. Misalnya pertunjukkan ini dilakukan selama beberapa hari namun dengan durasi yang pendek per pertunjukkan. Bentuknya yaitu mengambil peran sebagai orang lain atau menjadi bagian dari makhluk hidup yang ada di sebuah lingkungan. Untuk konteks SMIPA, bisa menjadi Kakak, adik/kakak murid, tanaman, ataupun hewan yang ada di lingkungan. Pertunjukkan ini pun harus tidak terbaca/terdeteksi, sehingga menjadi suatu hal yang mengagetkan dan spontan.
Sesuai dengan ide yang liar, tantangannya pun tentu besar. Terutama respon dan program kelompok lain yang sudah diprogramkan. Meskipun begitu, bentuk pertunjukkan spontan ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian diri juga lingkungan. Selain itu, bagi pemeran dapat meningkatkan kemampuan literasi diri dan lingkungan dengan akan bertemu situasi yang berbeda dan tidak akan selalu sesuai rencana.