BELAJAR TANPA BATAS
Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Dikatakan sempurna karena dibekali akal dan hawa nafsu. Ia merupakan makhluk yang haus akan pengetahuan. Ia merupakan makhluk yang selalu penasaran dan ingin tahu. Dari rasa penasaran dan keingintahuan itulah sebabnya ia selalu mau belajar. Karena dengan belajar minimal ia akan mengetahui sesuatu yang dimaksud. Entah itu ia belajar dari pengalaman, orang-orang di sekitarnya, guru, rekan sejawat, media-media cetak atau elektronik, maupun di alam sekitarnya. Karena sejatinya, ruang dan tempat untuk belajar tidak ada batasnya. Belajar merupakan suatu kebutuhan bagi setiap jiwa manusia.
Sebagai contoh, ketika awal mula kita keluar dari perut ibu, kita tidak langsung bisa berlari dan bicara. Semuanya dalam keadaan bertahap. Tahapan-tahapan tersebut baru bisa dicapai melalui sebuah aktivitas yang bernama belajar. Sebelum seorang bayi bisa berdiri, ia berawal dari belajar bagaimana caranya merangkak, lalu sedikit demi sedikit belajar untuk berdiri. Sampai akhirnya, si bayi tersebut bisa berdiri dengan sendiri. Begitu pula dengan berbicara. Awalnya, tak ada seorang bayi yang lahir langsung bisa berbicara layaknya orang dewasa. Ia baru bisa bicara karena dilatih dan diajarkan minimal oleh orang tuanya.
Seorang yang menjadi bintang kelas, bintang lapangan, maupun bintang panggung tak bisa didapat begitu saja prestasinya, tanpa melalui sebuah pengorbanan yang bernama belajar. Seorang penulis terkenal tidak langsung sehebat itu tanpa ia melewati tahap demi tahap. Seorang pemimpin Negara pun butuh proses belajar sehingga ia dapat memimpin Negaranya. Hemat saya, bahwa belajar merupakan suatu proses aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya.
Menurut saya setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan oleh seseorang agar apa yang dipelajarinya bisa diperoleh hasilnya secara maksimal. Menurut pengalaman saya, yang dimaksud adalah konsisten, kesabaran, fokus, dan kedisiplinan.
Mengapa demikian?...
Pertama, konsisten. Konsisten sangat diperlukan dalam proses belajar sesuatu. Orang yang tidak konsisten maka tak akan bisa memetik hasil yang memuaskan.
Kedua, kesabaran. Terkadang seseorang dalam belajar banyak yang mau cepat bisa. Ia tidak sabar untuk langsung sampai ke puncaknya. Ia tergesa-gesa dalam setiap pekerjaan. Ingin langsung mencapai hasilnya. Padahal kesabaran sangat dibutuhkan dalam segala aktivitas.
Ketiga, fokus. Fokus pada satu tujuan. Pikiran kita sering kali terbelah. Kita tidak tahu, apa yang kita inginkan dalam hidup kita. Seringkali, kita dalam belajar sesuatu tidak fokus sehingga apa yang ingin kita capai tidak semaksimal seperti apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam belajar membutuhkan fokus yang tak terbagi.
Yang keempat adalah kedisiplinan. Disiplin bisa bermakna terhadap waktu, rutinitas kegiatan kita, dan bisa juga bermakna ketegasan.
Belajar merupakan jenis aktivitas yang tidak gampang. Belajar merupakan kegiatan yang sulit.
Mengutip ungkapan Ibu saya ketika saya duduk di bangku SMA yang saat itu akan menghadapi Ujian Nasional, “Belajar memang susah, tapi hari esok jauh lebih susah ketika hari ini kamu tidak belajar. Lalu, mengapa tidak belajar?" Ungkapan itu selalu mengingatkan sepanjang hidup saya hingga saat ini.
Rasa bersyukur itu selalu ada dalam diri saya, sehingga saya bisa sampai dititik yang sekarang dan berada ditempat yang tidak semua orang bisa berada disana.
Tidak mudah sehingga saya bisa berada dititik ini, bertemu dengan orang-orang hebat yang dengan senang hati memberikan banyak ilmu untuk saya. Sebelumnya saya melewati banyak sekali rintangan, kesulitan, dan benturan dalam hidup saya. Tapi, semua adalah belajar. Hingga pada akhirnya saya berpikir tetaplah konsisten. sabar, fokus, dan disiplin.
Selalu bersyukur dan rendah hati dan percaya bahwa segala sesuatu dapat dilalui. Saya selalu menganggap apa yang saya hadapi ini sebuah pengalaman yang baik untuk saya dan juga untuk mengembangkan skill saya. Selalu bersyukur semua pasti ada waktunya tersendiri.
“Dibilang sabar itu membawa berkah dan yakin suatu saat kedepannya akan jauh lebih baik.”
"Yakinlah, Tuhan mempunyai jalan terbaik untuk saya."
Tetaplah belajar!
Sampai tuhan berkata;
"WAKTUNYA PULANG"