AES18 Kerikil kecil
vania
Sunday September 22 2024, 10:15 PM
AES18 Kerikil kecil

Satu hal yang aku dapatkan di akhir minggu ini adalah ‘philosophy of pebbles’. Metafora ini dapat digambarkan dengan sebuah jar selai, yang isinya penuh dengan pasir dan kerikil. Hal-hal kecil ini merepresentasikan hal-hal duniawi, benda atau keinginan yang tidak terlalu penting. Kemudian jika jar ini penuh dengan pasir dan kerikil, maka tidak akan ada tempat untuk batu yang besar. 

Batu besar ini adalah hal-hal penting dalam hidup. Seperti keluarga, teman, dan lain sebagainya. Jadi yang aku tangkap dalam metafora ini, adalah meskipun kita memiliki banyak hobi, keinginan atau kesenangan pribadi kita masih waspada untuk menyisihkan tempat bagi inner circle of our life. Teori ini juga bisa digunakan sebagai belajar tak pernah tamat, meskipun terlihat sudah penuh namun banyak hal kecil yang bisa kamu pelajari.

Maupun pasir, kerikil, batu, dan katanya air juga ada, itulah yang membuat diri kita ‘kita’. Itulah yang membedakan kita dengan orang lain. Oh ya, katanya air ini adalah wujud kita bersosialisasi dengan orang lain, di antara kesibukan kita. Aku juga bingung bagaimana caranya orang bisa menemukan makna ini. 

Tentu hal kecil seperti kerikil dan pasir adalah yang membuat hidup kita bermakna dan unik. Karena semua komponen ini saling melengkapi satu sama lain dengan purpose masing-masing. Tanpanya, hidup kita bisa saja hanya kerja, kerja, kerja! Atau tidur, tidur, tidur! So, we have to keep our balance in life!

You May Also Like