Tahun ini, Amerika memiliki presiden baru. Dengan seluruh bumbu dan kontroversi yang menyelubunginya, pemilu kali ini sangatlah panas. Di sini aku akan menceritakan apa yang aku tahu dan pendapatku mengenainya. Aku yakin aku masih harus banyak belajar untuk mengetahui hal ini secara menyeluruh.
Oke, aku mulai dengan calon pertama, Donald Trump. Donald Trump merupakan seorang pengusaha kaya yang berasal dari Republican Party. Saat masa kepemimpinannya dari 2017-2021, banyak pengaruh yang ia buat ke negara ini. Salah satu hal yang cukup kontras adalah pengetatan kebijakan imigrasi. Ia telah melakukan pembangunan tembok perbatasan serta kebijakan ‘zero tolerance’.
Menurutku, beberapa kebijakannya memang seharusnya dilakukan sedari dulu. Namun dengan cara yang blak-blakan dan terus maju tanpa ada batasan yang jelas, membuat orang geram dengannya. Isu imigran ini selalu menuai kontroversi, karena permasalahan ini memang susah ini diselesaikan. Dari sisi humanisme, kita tentu akan merasa kasihan kepada mereka. Mereka juga berhak untuk mendapatkan hak yang sama dengan kita.
Sebuah negara jika ingin menerima imigran harus siap terlebih dahulu. Di beberapa berita yang aku baca, imigran ilegal ini banyak yang malah menuntut balik. Padahal kalau dilihat, mereka adalah orang yang ditolong secara cuma-cuma. Beggars can't be chooser, begitulah katanya. Di sini aku juga masing bingung, karena di satu sisi imigran ini seharusnya memiliki human rights, namun sayangnya ada banyak hal negatif yang berdampak kepada negara tersebut.
Ini hanyalah satu dari sekian banyak kontroversi dan pro-kontra yang dimiliki Trump. Selain dari kebijakannya yang terlalu straight forward, sikapnya juga membuat banyak orang gelisah. Salah satu sikap yang aku nilai kurang bijak darinya, adalah ketika Donald Trump mengatakan: "If Ivanka weren't my daughter, perhaps I'd be dating her." It is your daughter, remember?
Calon kedua, Kamala Harris. Ia menggantikan Joe Biden yang dinilai kesehatannya kurang baik untuk masa jabatnya yang kedua. Ia terkenal sangat mendukung kesetaraan gender dan hak-hak asasi manusia. Termasuk kepada imigran dan LGBT. Aku juga jujur kurang tahu mengenai dirinya.
Ketika aku melihat media sosial, banyak orang yang menangis karena Donald Trump menang. Meskipun pemilu ini bukan di negara kita, aku yakin pasti ada dampak yang kita rasakan atas kemenangan sengit ini.
Aku juga masih belajar mengenai politik Amerika, tapi menurutku hal ini sangat menarik untuk dipelajari. Karena negara ini memiliki kontrol dan efek yang sangat besar ke seluruh dunia. Termasuk dalam apakah ia mendukung salah satu negara ketika perang, itu juga memberikan efek jangka panjang terhadap negara tersebut. Semoga di periode ini, Amerika bisa menjadi negara yang lebih aman dan memberikan efek positif ke negara lainnya.