AES32 Berserah
wulan bubuy
Friday March 18 2022, 3:57 PM
AES32 Berserah

Sejujurnya aku gak pernah bayangin kalau jalanku bisa sejauh ini. Bahkan dari sekian keinginan bisa dikatakan hampir semuanya bisa aku dapatkan dan jalannya Allah mudahkan. Aku tipe orang yang sangat ribet dalam membuat rencana, kalau perlu rencana dibuat dengan alternatif A sampai Z. Sebab aku terlalu yakin kalau dalam setiap rencana itu pasti gak bisa 100% sesuai dengan apa yang ditulis. Selalu ada saja hal diluar kendali yang terjadi, maka persiapan menghadapi kemungkinan terburuklah yang selalu membuat aku terlihat ribet. 

Ibuku pernah mengingatkanku sewaktu aku masih belia tentang kapan sih sebenarnya kita perlu ber-ikhlas? Mungkin ibuku yang sangat mengenalku itu khawatir melihat kerepotan yang aku ciptakan sendiri dan merasa kepraktisannya itu selalu gak bisa diterima olehku. Aku bisa menuntut segalanya berjalan mulus, tidak boleh ada cacat dalam rencana. Lalu saat aku diamanahi seorang anak, aku mulai belajar menenangkan diri agar setiap kali rencana berubah jalannya tetap tenang. Kurasa itu juga yang membuat aku lebih santai dalam menghadap peralihan kelas dengan mahasiswa didik yang berbeda-beda karakter dan kemampuannya. Dan puncaknya, baru kusadari saat menjalani masa isoman beberapa waktu lalu. 

Akhirnya aku merubah keyakinanku tentang "Usaha tidak mengkhianati hasil", aku terhenyak dan menangisi diri sendiri karena yakinku akan hal itu telah membuatku sombong. Jadi selama ini aku masih kurang mengingat siapa yang sebenarnya membuat jalanku mudah. Iya, bukan semata karena usahaku saja, sebab ada do'a yang selalu ibu bapakku panjatkan untuk melindungiku, dan kebesaran Sang Maha Pengasih yang selalu tahu hal terbaik untukku. Maka apa alasanku untuk menyombongkan diri dengan keberadaanku saat ini? 

Inilah jawaban dari pertanyaan ibuku kapan seharusnya kita mulai ber-ikhlas? Adalah saat kita sedang memulai usaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Sedangkan hasil apapun yang aku dapatkan merupakan pemberian-Nya terlepas sesuai dengan inginku ataupun tidak tetap sama-sama harus membuatku mampu mensyukuri segalanya. Seberat apapun jalannya, aku gak bertanggungjawab sama sekali untuk menentukan hasilnya. Aku hanya perlu memastikan diri untuk tetap melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan dalam situasi tersebut. 

"Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" (94:5) 

Proses yang dijalani adalah cara untuk kita memahami sebuah siklus dalam hidup, jaminannya malah sudah diberikan tanpa kita minta. Jadi yang namanya hasil itu bukan ranah kita. Pantas saja dulu aku sering kecewa karena terlalu asik memimpikan hasilnya. Mimpinya gak salah, aku tahu. Perlu kok untuk bermimpi, tetapi adalagi yang lebih penting dari semua itu, yaitu berani berserah. Rasanya dengan begitu aku akan semakin mudah dalam melepaskan diri dari kemelekatan. Keterkaitan antara lepas dan berserah ini ternyata amatlah dekat. Berjuang dan berdo'a, kemudian aku melepaskan semuanya untuk berserah kepada sang pemilik hidup. Lalu ujungnya aku pun tinggal bersiap untuk menerima lebih banyak kebaikan yang datang. Masyaa Allah. 

KebaikanNya-lah yang membuatku sampai hari ini bisa melanjutkan hidup dengan baik-baik saja. 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Woow... luar biasa tulisannya Bubuy... Terima kasih sudah berbagi... 🙏🏼🙏🏼🙏🏼😇
wulan bubuy
@wulan-bubuy   4 years ago
Terima kasih juga kak Andy :)