AES50 Absolut
wulan bubuy
Wednesday April 6 2022, 9:04 PM
AES50 Absolut

Minggu ini di tempatku mengajar sudah mulai memasuki masa ujian tengah semester, biasanya kalau sudah sampai di minggu ke tujuh, menuju akhir semester tuh jadi sekejap mata. Mungkin karena materi yang diberikan juga sudah hampir selesai, tanpa sadar aku jadi lebih banyak berhitung, mengkalukasi capaian target perkelas apakah sesuai dengan rancangan pembelajaran atau tidak. Masalahnya di tempatku mengajar ini evaluasi dosen berdasarkan tingkat kepuasan mahasiswa. Sedikit membuatku bingung sih, tapi aku yakin tujuannya adalah untuk meningkatkan performa institusi. Terlepas dari baik atau tidaknya hasil evaluasi itu aku menjadi lebih memahami situasi yang dialami oleh penulisnya. Sebab apapun isinya pasti sesuai dengan yang tengah terjadi di sekitar mereka. Apalagi di era pembelajaran jarak jauh dan hybrid ini, cara mereka menghadapi tugas tentunya gak bisa dipisahkan dari karakter diri.

Pernah di satu ketika aku diprotes habis-habisan oleh keponakan yang kala itu melihat bagaimana caraku berinteraksi saat memberikan asistensi tugas. Katanya aku terlalu baik karena banyak sekali memberi penjelasan. Dan lalu dia bercerita tentang adik-adik tingkatnya yang menurutnya lebay gegara mengeluhkan tugas-tugas kuliah. Sedikit sesuai dengan isi edom-ku, yang ditulis oleh mereka tak jauh dari urusan materi pembelajaran. Ada yang mengatakan terlalu sulit, ada juga yang mengatakan sudah cukup jelas tetapi dirinya kesulitan dalam memahami. Kurasa jika masalahnya begitu aku tidak bisa menyalahkan, karena aku tidak merasakan apa yang dialami mereka secara langsung. Aku tetap berada di pihak luar tetapi jika aku ada di situasi mereka tidak menutup kemungkinan juga akan merasa hal yang sama.Β 

Sedikit menyinggung soal benar dan salah, aku selalu mengatakan semuanya tergantung disisi mana kita coba berdiri. Kita gak bicara soal kebenaran Tuhan yang sifatnya absolut. Ini, sifatnya lebih pada pemahaman diri akan apa yang diyakininya dan mengatakan yang diyakininya itu benar. Tapi sejauh apa kebenaran itu tetap konsisten ada dalam dirinya? Gak ada yang tahu karena sejatinya manusia kan tetap bertumbuh. Tak heran kalau hari ini benar, bisa saja besok jadi salah, pun sebaliknya.Β 

Nah, aku pernah ditanya oleh mahasiswa kenapa gak pernah marah kalau ada yang terlambat mengumpulkan tugas atau datang kesiangan? Jawabannya ya tadi itu, aku gak bisa menyalahkan karena gak mengerti situasi yang dialaminya meski yang ia lakukan merugikan dirinya. Setidaknya itu cukup, ketika dia tahu konsekuensi yang harus diterima atas keputusan yang diambil. Perkara marah atau tidak itu soal lain, selama aku gak merasa perlu untuk marah ya ngapain marah. Menarik sih pandangan siswa terhadap siswa lainnya tentang konsep benar-salah itu. Penilaiannya jadi berdasar pada moral, hanya saja aku lebih suka menyinggungnya dari sisi tanggungjawab terhadap apa yang sedang menjadi pilihan untuk dijalani. Minimal dengan bertanggungjawab kita jadi tahu keberadaan porsi diri sedang harus berada dimana. Itu saja dulu.Β 

Masalah benar-salah, baik-buruk biarkan akal sehat yang memberi batasannya.Β 

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Keren! Sepakat juga dengan pandangannya. Sekaligus selamat sudah menjejak ke angka 50. Semangat terus dengan AES-nya Bubuy. πŸ‘πŸΌπŸ˜ŠπŸ™πŸΌ
wulan bubuy
@wulan-bubuy   4 years ago
Terima kasih kak. Hihi senang bisa sampai di 50
Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Bubuy, gambar ilustrasinya perlu diperbaiki kayaknya. Soalnya jamroom otomatis mengcrop ke format dan di ukuran di atas ini. Supaya terlihat lebih baik tulisan dan gambarnya.
wulan bubuy
@wulan-bubuy   4 years ago
Sudah kak 😁😁
You May Also Like