AES96 Studio Kecil dan Langkah Yang Besar
wulan bubuy
Friday June 20 2025, 2:34 PM
AES96 Studio Kecil dan Langkah Yang Besar

Kamis, 19 Juni 2025 - Mungkin aku akan lupa detil hari dan waktunya, namun aku akan ingat bagaimana seorang anak remaja yang dengan kelembutan, kegigihan serta semangatnya menyentuh hati banyak orang dewasa disekitarnya. 

Hari itu, aku ada janji bertemu dengan seorang teman. Beliau sedang berkunjung ke Bandung dan menyempatkan main ke almamaternya, tempatku mengajar. Singkat cerita, ketika kami hendak berpamitan satu sama lain, kami bertemu dengan salah satu dosen senior dimana kami sama-sama pernah duduk di kelasnya. 

Setelah bertanya kabar tentang temanku, perhatiannya kemudian membuatku terharu. Beliau teringat akan anak belia yang pernah ikut bekerja di workshopnya, meminta bimbingannya dalam menyelesaikan tugas sekolah. Nama kecil anak belia itu adalah Ninda. 

Aku teringat, lebih dari setahun yang lalu, aku sedang menanti anakku di longlas ketika Ninda datang dan bertanya, "Tante, maaf.. tante kenal dengan pak Andry Masri?" Aku terkaget, pertama karena tidak pernah terpikir ada yang bertanya tentang beliau, kedua karena sosok beliau yang sungguh meng-inspirasiku di masa-masa kuliah dulu. 

Kemudian, hal berikutnya yang tak kalah bikin kaget adalah Ninda mengetahui bahwa pak Andry sedang mengembangkan material baru sebagai bahan dasar produk dari bonggol jagung. Gemas campur takjub, aku bertanya dalam hati, 'Kok bisa anak ini 'kecantol' sama bonggol jagung?' Dan karena rasa heran inilah, setelah anakku terlihat menuruni tangga, aku bergegas mengajaknya untuk mampir sekejap ke lokasi pak Andry berada. 

Aku rasa, memang rezeki Ninda untuk bertemu dengan pak Andry dan tentu saja doa baik orangtuanya. Aku datang tepat sebelum pak Andry hendak pergi meninggalkan kantornya. Interupsi yang akhirnya membuahkan hasil; sepucuk surat teruntuk Ninda sebagai tiket lanjutan bekerja di workshopnya. Subhanallah, sebuah jalan mulus yang Allah mudahkan untuknya. 

Pada awalnya, ketika aku berkunjung ke boo-ja studio, pak Andry menyangsikan anak SMP yang kuceritakan padanya hendak meminta izin untuk bekerja disana guna menyelesaikan 'proyek akhir' bertajuk inovasi alat. Hampir 2 jam lamanya, aku mendapat kuliah gratis dari pak Andry tentang sejarah desain sampai perkembangannya di masa sekarang dan tentu saja materi perkenalan tentang proses pembuatan bonggol jagung sampai menjadi produk. Situasi ini mengingatkan aku pada jaman dulu, ketika beliau mengajar. Masih sama ternyata, semangatnya, cara penyampaiannya, kritikannya terhadap dunia pendidikan, kalimat motivasinya yang menggungah jiwa. 

Tak heran, ketika beliau bercerita tentang Ninda, beliau bilang, "Keren itu anak, SMP loh (sambil melirik kepada temanku), kepengen rasanya saya ketemu gurunya. Betul. Kalau anak yang gak tangguh seperti Ninda, gak mungkin kuat nyelese-in proyek seperti itu. Dia kerja di workshop bareng anak kuliah tingkat akhir. Dan dia tekun. Lalu, dia kasih saya surat, bagus sekali kata-katanya, tulus banget. Waktu ketemu orangtuanya, saya bilang anaknya harus sekolah diluar, pasti akan banyak sekali perkembangannya, akan melesat dia. Sayang sekali kalau bakatnya disia-siakan. Saya saranin sekolah di Finland." 

Wow! Sebuah testimoni, ujarku dalam hati. Ingin rasanya aku bilang bahwa banyak anak di sekolah Ninda dengan 'kasus' serupa walaupun outputnya berbeda. Tapi biarlah, biarkan kenangan istimewa ini melekat di hati kecilnya yang tersentuh langsung oleh daya juang Ninda. Aku yang sedari awal gak mengenal Ninda sedalam itu, yakin dan percaya dengan pengamatan pak Andry. Dengan pengalamannya mengajar, dedikasinya sebagai seorang desainer produk dan pada saat itu sedang diamanahi untuk menjabat sebagai Dekan FAD tentu penilaiannya bukan sekedar basa-basi atau anak sekarang bilangnya gak kaleng-kaleng. 

Aku sendiri merasa haru dan bangga, sejauh itu smipa membangun daya juang pada diri anak-anak. Dan yang tak kalah membuatku bahagia adalah kedekatan yang berhasil dibentuk diantara orangtua dan kakak. Saling bantu, saling jaga dan saling mendoakan serta menguatkan. 

Disini pula, sebelas tahun anakku bertumbuh, meraup banyak pengalaman. Seperti Ninda dan teman-teman lainnya, anak-anak bertumbuh dan berani untuk memiliki jalannya masing-masing. Begitulah, ketika anak yang dititipkan kepada kita, bisa terfasilitasi sesuai dengan fitrahnya, dia akan dimampukan pula untuk menjadikan dirinya bermanfaat. Tak hanya untuk bagian kecil dirinya, tetapi jauh lebih besar dari genggaman tangannya. Biidznillah. Berlayarlah jauh anak-anakku. Jatuhkanlah sauh untuk sejenak bersandar, lalu kembalilah berlayar. Arungi kehidupan dengan penuh tanggungjawab. Karena setiap kita pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. 

Nissa
@nissa   10 months ago
Mbakuu nuhun pisan terharu 💐
wulan bubuy
@wulan-bubuy   10 months ago
Masama mba Nisaaa.. Ninda keren dan luar biasa. Masyaa Allah.
Andy Sutioso
@kak-andy   10 months ago
Waduuh tulisan ini bagus sekali. Terima kasih sudah berbagi di sini... Semoga Ninda semakin membinarkan terangnya di manapun berada. 🙏🏼🤗
wulan bubuy
@wulan-bubuy   10 months ago
Terima kasih kak Andy dan turut meng-Aamiin-kan doa serta harapan untuk Ninda.
You May Also Like