Day 9, 13 Mei 2026
Kegiatan hari ini bisa dibilang "santai tapi berisi." Dari pagi sampai siang sebenarnya jadwal kami cukup kosong, karena agenda utamanya baru ada di sore hari, Food Testing bareng Mas Yudi. Buat yang belum tahu, Mas Yudi ini adalah kurator makanan di Pasar Papringan. Tugas beliau sangat krusial menurutku, mulai dari menyortir makanan yang layak jual, kontrol porsi, mengatur harga, sampai yang paling penting mengkritik rasa. Beliau yang memberi feedback kalau masakan para ibu-ibu di sini kurang asin, kemanisan, atau mungkin porsinya perlu ditambah atau kurang.
Sekitar jam 2 siang, kami standby menunggu kabar. Kami sudah kontak Mas Yudi dari kemarin juga sih. Akhirnya jam 3 sore kami dichat melalui WA oleh Mas Yudi, diarahkan untuk merapat ke rumah Bu Sannah, karena semua makanan baru yang mau masuk ke Papringan bakal ditest di sana. Oh iya, ini juga pertama kalinya kami main ke rumah Bu Sannah lho.
Ternyata, ada alasan kenapa rumah Bu Sannah yang dipilih. Beliau adalah volunteer yang mengajukan diri untuk memproduksi kecap manis alami tanpa pengental buatan, karena Mas Yudi lah yang menawarkan ke beberapa warga siapa yang mau membantunya menjual dan membuat kecap manis ini. Uniknya lagi, kecap ini dibuat dari kulit pisang, Mas Yudi memberikan arahan langsung soal step by step pembuatannya, dan kami pun tidak tinggal diam saja, kami langsung masuk ke dapur untuk bantu bantu.
Tidak lama setelah kami sampai, ibu ibu lain yang mau mengajukan menu baru pun mulai berdatangan. Ada satu menu yang namanya unik banget dan bikin ketawa hahaha yaitu "Bajingan". Terdengar extreme ya, tapi rasanya? JUARA!!!! Makanan ini terbuat biasanya dari singkong yang dipotong dadu, lalu dibaluri gula aren cair yang kental. Ibu yang bawa menu ini menyediakan dua versi, singkong dan talas. Kalau kata Vania sih rating-nya 10/10, dan aku setuju banget, apalagi yang versi talas. Enaknya kebangetan.
Selain itu, ada juga ibu yang membawa Lotek. Tapi ini bukan lotek biasa, karena ada campuran batang bunga berwarna merah (aku lupa namanya, tapi unik banget belum pernah liat sebelumnya). Karena masih sisa banyak dan Mas Yudi bilang ini nggak bisa disimpan sampai besok, akhirnya aku yang bertugas menghabiskan semuanya. Hahaha puas banget..
Hari ini ditutup dengan perut kenyang dan ilmu baru soal gimana standar kualitas makanan di Pasar Papringan yang dijaga. Ternyata, di balik makanan enak, ada proses kurasi yang super detail.