Jagat raya bersenandung, bersorak merayakan nada-nada kehidupan menjadi alunan musik penuh keindahan. Mengajak mentari terbangun dan bersinar terang. Menjadikan daun-daun bergerak riang, kupu-kupi berputar tak henti, dan air yang terus mengalir.
1,2,3, coba dengar! Suara dan nada-nada terindah terdengar merdu di pendengaran pertama kita. Saat detak jantung mulai terdengar jadi musik paling indah, dimana getarannya selaras dengan gelombang semesta.
Berputar, perlahan, lembut, penuh kehangatan.
Lihat!! Rumput yang tumbuh juga terus menari. Hari ini sebesar ini, esok semakin tinggi, tinggi, tinggi, dan tinggi! Ia menari bersama kelembutan nada-nada dari rintik hujan, dari gemericik air, dari angin yang mengeluarkan suaranya sambil berbisik merdu. Lihat, rumput-rumput ini menangis. Apakah dia bersedih?
Haa? Apakah rumput bersedih saat matahari pulang untuk tidur diselimuti awan? Dan bintang bertaburan menari menghiasi langit gelap? Katanya langit gelaplah yang mengantarkan sinar bintang terpancar. Lantas mengapa rumput menangis?
Ku rasa dia tidak menangis karena bersedih. Tapi menangis haru melihat bintang-bintang menari penuh keindahan. Disoroti bulan yang bersinar terang, menjadikan sebuah penampilan semesta paling megah. Lantas matahari dengan rendah hati membagikan ruang kejayaannya dan beristirahat sejenak. Karena jeda yang menjaga, dan menjadi ruang untuk mengendapkan setiap kesempatan untuk dimaknai.
Rumput-rumput melihat semesta saling membantu untuk bertumbuh tanpa saling mengikat untuk selalu bersama. Tapi mereka bersepakat untuk selasar membersamai.
Jiwa mana yang tak turut berbahagia melihat ini? Memandang hidup sebagai kesempatan untuk makna "saling" tanpa perlu menjelaskan siapa yang lebih "paling". Tanpa perlu dijelaskan, kita sudah bermakna, sudah berdaya, dan sudah Ada.
Keberadaan kita jadi bagian dari salah satu bintang semesta yang terlihat bertaburan. Namun ternyata menjadi sebuah bagian dari rasi bintang.
Jika kamu tak pernah melihat sinarmu, maka kamu tak akan pernah menyadari adanya rasi bintang yang terangkai indah di kegelapan sana.
Sebab, tanpa perlu menjelaskan apapun, kamu adalah kamu, dengan segala keberadaanmu.
Tak pernah saling terikat untuk menjadi sebuah rasi bintang. Hanya perlu memberi ruang untuk menyadari dan memaknai sebuah keberadaan.
Temukanlah cahayamu, bersinarlah, sebab saka seperti alam semesta ini. Kita adalah semesta dengan segala keajaiban di dalamnya.
Terima kasih untuk setiap keberadaan. Lantas malam ini rasi bintang apa yang kamu lihat?
22 Sepetember 22, Jalan Tongkeng No.44
*Tulisan ini menjadi respon dari menulis sesuai tema bersama CSWS di setiap kamis malam.
Dan malam ini Kak Mamat sebagai host mengajak kami menulis bebas dengan merespon lagu dari sleeping at last (enneagram) selama 15-20 menit