Sekolah tatap muka sudah mulai dilaksanakan di Jawa Barat pada bulan September, maka dari itu mari kita lihat apa saja syarat-syarat yang wajib dipenuhi sebelum dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini. Sebelumnya kita sendiri tahu bahwa di seluruh Indonesia saat ini sedang mengalami pandemi Covid 19 yang menyebabkan semua kegiatan normal yang biasa kita lakukan sekarang harus dilakukan terbatas agar tidak memperburuk keadaan. Salah satu kegiatan yang paling terdampak akibat Covid ini tentunya adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sekarang harus dilakukan secara daring. Sayangnya sekolah secara daring dianggap dapat berdampak buruk dan bisa saja memberikan hal negatif pada murid-murid.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan teknologi Indonesia, yaitu Nadiem Makarim, pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa berdampak buruk bagi murid-murid karena disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kemungkinan ketidaksediaan teknologi atau media untuk PJJ sehingga sang anak bisa tertinggal pembelajaran. Pastinya ini sangat buruk, mengingat tidak semua orang di Indonesia, khususnya di Jawa Barat yang seberuntung itu untuk bisa membeli atau menggunakan media teknologi. Kedua, minimnya interaksi dapat mendatangkan efek tersendiri bagi mental seorang siswa. Ketiga, jika PJJ diadakan terlalu lama maka murid-murid akan memiliki gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangan baik pada motorik halus dan kasar. Maka dari itu akhirnya dibuatlah pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah mulai dilaksanakan akhir-akhir ini di Jawa Barat.
Sebelum memulai sekolah PTM tentunya memerlukan banyak persiapan. Dari situ Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun merespon bahwa sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat yang dikutip pada Minggu (26/9/2021). Dengan adanya pemberitahuan ini maka inilah rincian peraturan yang akan diberlakukan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Jawa Barat.
Pertama tentu semua tenaga pendidikan termasuk murid harus divaksinasi terlebih dahulu agar menghindari penularan virus Corona yang makin meluas. Kedua, sekolah yang bisa melaksanakan PTM sendiri hanyalah sekolah dengan wilayah yang level PPKM-nya di bawah 3. Ketiga, dalam pelaksanaan PTM sendiri hanya memperbolehkan kegiatan belajar-mengajar berlangsung selama 3 jam per harinya. Sebelum PTM ini dilaksanakan, sekolah akan bertanya terlebih dahulu pada orang tua murid apakah anak mereka akan diikutkan ke dalam PTM atau tetap PJJ saja. Tentunya jika sang orang tua murid menginginkan anaknya ikut PTM, maka sang anak harus melakukan protokol ketat seperti wajib mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).
Tentunya dalam pembelajaran tatap muka ada kekurangan dan kelebihannya sendiri. Untuk kelebihannya sendiri ada dalam hal pembelajarannya. Tentunya jika kita telisik lebih jauh, jika kita melakukan PTM, maka anak-anak yang kurang beruntung bisa ikut belajar juga untuk menggapai pendidikan yang tinggi. Apalagi jika PTM ini dilaksanakan, maka akan memudahkan murid untuk berinteraksi dengan guru tanpa ada halangan koneksi atau kekurangan media.
Untuk kekurangannya sendiri tentunya adalah dengan tatap muka, guru dan murid akan bertemu secara langsung, hal ini bisa menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid yang sangat besar. Apalagi jika oknum murid atau guru tidak mematuhi protokol dan tidak menjaga jarak. Contohnya ada pada kasus baru baru ini terdapat kasus positif Covid-19 yang mengakibatkan 14 sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat, dan harus kembali melaksanakan pembelajaran secara daring. Tentunya ini akan berdampak buruk bagi semua orang jika hal ini terus menerus terjadi.
Maka dari itu dengan adanya kebijakan ini kita harus bisa menyiapkan banyak hal mulai dari imun tubuh kita, persiapkan fokus kita untuk sekolah, juga kita harus selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Lalu mari kita juga berdoa agar virus Covid ini cepat menghilang dan semua hal yang terdampak akibat pandemi ini bisa berjalan dengan lancar lagi.
DAFTAR PUSTAKA
27 Agustus 2021| 20:07 WIB | Reporter : Aksara Bebey
https://m.merdeka.com/peristiwa/sekolah-di-jabar-boleh-tatap-muka-asal-prokes-ketat-amp-guru-sudah-divaksinasi.html
Kamis, 3 Jun 2021 06.09 WIB
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/regional/read/2021/06/03/060932278/jadwal-terbaru-dimulainya-sekolah-tatap-muka-di-jawa-barat
Minggu, 26 September 2021 08:40 WIB
https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210926081752-33-279200/bunda-ini-kabar-terbaru-sekolah-tatap-muka-di-jawa-barat/amp
https://www.google.com/amp/s/www.patinews.com/kelebihan-kekurangan-pembelajaran-daring-dan-tatap-muka/amp/
#ArtikelEksposisi"JawaBagianBarat"
#K8Jamuran