Dalam Ayurveda, Vata adalah prinsip udara dalam tubuh, yang menjadi energi dari pergerakan. Pitta adalah prinsip api dalam tubuh, yang menjadi energi dari proses pencernaan dan metabolisme. Kapha adalah prinsip air dalam tubuh, yang menjadi energi dari lubrikasi dan struktur tubuh.
Vata, Pitta dan Kapha, ketiga konstitusi itu hadir di setiap sel jaringan maupun organ. Ketika berada dalam kesimbangan maka ketiganya menciptakan harmoni atau kesehatan, sementara jika tidak seimbang, maka akan mendatangkan penyakit.
Selain menjadi penyusun konstitusi, vata, pitta dan kapha juga menjelaskan tentang prinsip metabolisme. Vata bersifat katabolis yaitu merombak makanan menjadi molekul-molekul sederhana untuk diolah menjadi energi. Pitta bersifat metabolik yaitu mengurai nutrisi dari makanan menjadi energi. Sementara Kapha bersifat anabolik yaitu menyusun molekul dari partikel-partikel yang lebih kecil. Sederhananya, vata adalah pembongkar, pitta adalah pengambil inti sari dan kapha adalah penyusun.
Pada tingkat sel, vata menggerakkan nutrisi maupun sampah keluar dari sel. pitta mencerna nutrisi dan menyediakan energi untuk berfungsinya sel, dan kapha mengatur struktur sel itu sendiri.
Pada jalur pencernaan, vata bertindak saat mengunyah dan menelan makanan, pitta beperan saat mencerna, vata kembali bertugas memecah nutrisi sekaligus mengeluarkan sampahnya, dan kapha bertanggung jawab mengatur sekresi zat pelumas yang melubrikasi dan melindungi organ-organ pencernaan.
Dalam tataran pikiran, vata berperan sebagai pengambil data lama dari memori untuk dibandingkan dengan data baru. Pitta bertugas memproses data baru dan mengambil kesimpulan yang akan disimpan kemudian oleh vata sebagai memori baru. Kapha bertanggung jawab menyediakan kestabilan pikiran dalam menangkap sebuah pikiran setiap waktu.
Ketiga dosha ini bertanggung jawab atas berbagai macam perbedaan dan preferensi individu dan ketiganya mempengaruhi seluruh aspek pada seseorang dan seluruh hal yang dilakukannya, mulai dari pilihan makanan hingga cara individu berinteraksi dengan dengan individu lain.
Ketiga dosha ini mengatur proses biologis dan psikologis dari tubuh, pikiran dan kesadaran individu.
Ketiga dosha ini bertugas mengatur proses penciptaan, pemeliharaan dan pemusnahan atas jaringan tubuh dan mengeluarkan sampah-sampahnya.
Ketiga dosha ini juga bertindak sebagai pengatur emosi. Dalam keadaan seimbang akan menghasilkan kualitas emosi seperti pengertian, kasih sayang dan cinta. Namun saat keseimbangannya terganggu oleh stres, pola makan yang kurang baik, faktor lingkungan dan lainnya, maka akan memunculkan kualitas emosi seperti kemarahan, ketakutan dan ketamakan.
Setiap orang memiliki ketiga dosha ini pada tubuhnya, namun satu di antaranya lebih dominan dibandingkan kedua lainnya. Oleh karenanya, seseorang jadi punya kecenderungan pola energi tertentu sesuai doshanya itu. Kombinasi unik antara karakter fisik, mental dan emosional pada seseorang lah yang kemudian menjadi konstitusinya, yang dibawa sejak lahir.
.
Vata
terkait erat dengan esensi kehidupan vital kita yang dikenal sebagai prana. Prana adalah intisari murni dari vata yaitu energi kehidupan. Pemegang peran kecerdasan.
Vata mengatur seluruh aktifitas tubuh baik secara mental maupun psikologi. Vata bertanggung jawab atas proses pernapasan, pengedipan mata, detak jantung dan seluruh pergerakan sitoplasma dan membran sel, seluruh denyut dalam jaringan sistem saraf yang sangat luas.
Karakter utama vata adalah : kering, dingin, ringan, tak beraturan, selalu bergerak, jernih dan kasar
.
Pitta
secara prinsip adalah energi api dalam pemanasan tubuh dan metabolisme yang bertugas mengatur proses pencernaan, penyerapan, pemecahan makanan dan juga pengatur suhu tubuh.
Karakter utama pitta adalah : berminyak, panas, terang, intens, cair, dan berbau
.
Kapha
adalah energi yang membentuk struktur tubuh sekaligus menyediakan cairan yang diperlukan bagi keberlangsungan hidup sel tubuh dan sistemnya.
Kapha berperan melubrikasi sendi, melembabkan kulit, membantu percepata penyembuhan luka dan pemelihara imunitas.
Kapha menyediakan kekuatan, semangar dan kestabilan.
Karakter utama kapha adalah : berminyak, dingin, berat, stabil, kental, padat, dan halus.
.
Hal penting yang perlu dingat adalah, bahwa keseimbangan bukan mengenai porsi jumlah yang sama antara vata, pitta dan kapha, melainkan tentang menjaga proposi dosha itu sesuai konstitusi yang ada sejak lahir.
Kondisi proporsi dosha yang dibawa sejak lahir ini disebut dengan prakurti.
Konstitusi itu sendiri bukanlah kondisi yang statis, melainkan keseimbangan yang dinamis yang membutuhkan pembaharuan secara konstan.