"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28 hari untuk bergerak" lanjutnya lagi… "Istri gua Generator, gua dulu sering berantem gara-gara ngarepin dia mau nemenin gua duduk santai dan ngobrol bareng malam-malam setelah dia beres ngajar, karena dia seringnya justru diam sendirian di kamar….. Baru sekarang gua ngerti ternyata dia butuh waktu untuk sendiri. Butuh 'me time' untuk mengolah pikiran dan energinya sendirian" katanya menerangkan. "Sementara gua yang Manifesting Generator lebih cenderung suka diskusi, ngolah ide bareng-bareng" imbuhnya.
Obrolan itu terjadi di pinggir pantai Sanur, saat kami sama-sama menunggu moon rise.
Bulan bundar putih yang bersinar itu perlahan meninggi, menerbitkan keindahan yang damai di dalam benakku. Aku tergerak pelan menghampiri ombak yang lalu menyambut dan menarikku kian menuju deburannya melintasi pasir yang basah. Kubungkukkan badan untuk menyapa laut dengan telapak tanganku. Kurasakan rembesannya hingga terbit syukur di dadaku, aku membungkuk sekali lagi tanda terima kasih.
Percakapan kami pun berlanjut jadi sesi pengenalan diri, dengan bantuan temanku masing-masing memasukkan tanggal lahir, jam lahir dan lokasi kelahirannya ke dalam bagan sebuah situs yang dia buka dari telepon genggamnya, lalu dengan sekali enter muncullah tipe personalitinya berdasar kalkulasi Human Design.
Masing-masing dari kami pun terkenali, ada seorang Manifestor, tiga orang Generator, tiga orang Projector dan dua orang Manifesting Generator. Temanku lalu menjelaskan pula apa strategi untuk masing-masing tipe dan potensi yang ditunjukkan oleh desain genetiknya.
Setiap orang punya bagan pemetaan energi yang berbeda.
'Sorotan susunan emosional, psikologis, dan energi ini memberi kesadaran diri sekaligus bisa jadi alat untuk menyelaraskan dengan sifat, sehingga membantu untuk melangkah ke potensi tertinggi seseorang di setiap bidang kehidupan, baik karir, kemitraan, maupun hubungan'.
Begitu secuplik penjelasan yang kuperoleh dari sebuah situs tentang Human Design.
Penemuan diri malam itu jadi bahasan di antara kami sesudahnya, bahkan hingga hari ini. Beberapa perbedaan prinsip jadi terpahami jelas mengapa 'aku begini kamu begitu', mengapa suatu sinergi mudah terjadi antara aku dan kamu tapi tidak begitu halnya dengan dia. Aku pun memakainya untuk memahami orang-orang terdekatku, sekaligus memikirkan strategi-strategi baru apa yang bisa dipakai seturut karakter-karakter orangnya. Tentulah aku kian mengerti diriiku, meski sebelumnya ketika membaca masing-masing tipenya aku bisa mengira-ngira apakah tipeku dan lalu memang tipe itulah yang muncul dari isian bagannya. Aku mensyukuri kejelasan ini, sama seperti aku mensyukuri bulan yang berpendar terang malam itu. Keduanya jadi penerang yang benderang hingga kami semua pun tercerahkan olehnya pada waktunya.
Duh terima kasih banyak. Ada penemuan baru lagi malam ini. Manusia memang misteri luar biasa, perlu banyak jalan untuk memahaminya. 🙏😇
Dua hari ini saya baca buku rekomendasi Yuli, Understanding Human Design. Baru halaman ke 30an di ebooknya. Tapi sangat² memberi pencerahan. Saya jadi lebih paham kenapa saya begini dan begitu. Keren banget. @ratrikendra @anzellya2908