Menjadi seorang atlet sangatlah susah karena tugas utama untuk berkompetisi, maka untuk memenangkannya sangatlah membutuhkan perjuangan keras untuk bisa mendapatkan juara dalam kompetisi tersebut, meningkatkan skill yang ia geluti, kekuatan, dan juga mampu bersaing dengan atlet-atlet lainnya. Peran dan tanggung jawab menjadi seorang atlet pun sangat besar, banyak sekali hal yang harus terlewati salah satunya kurang jam waktu untuk bisa bermain bersama teman-teman. Pada dasarnya porsi latihan seorang atlet pun cukup banyak dari jam latihannya pun hampir setiap hari yang sangat padat dan harus membagi waktu untuk bisa beristirahat. Menjadi atlet tidak semudah yang kita bayangkan, bayangkan jika seorang atlet berlatih sehari bisa dua hingga tiga kali latihan setiap harinya dan jika mendekati pertandingan porsi latihannya pun lebih berat. Perjalanan menjadi seorang juara memang bukanlah perjalanan yang mudah.
Banyak pengorbanan yang cukup besar. Dalam dunia kempetitif ini memang memaksa kita berjuang dan mendapatkan yang terbaik dari semuanya. Namun sayang sekali, jumlah pemenang dalam kompetisi olahraga biasanya hanya tiga orang, yaitu peraih medali emas, perak, dan perunggu. Dengan jumlah pemenang yang terbatas dari banyak orang, kita harus menguras fisik maupun pikiran untuk berlatih sekeras mungkin agar dapat mengalahkan lawan . Apa lagi jika pada saat pertandingan kurang maksimal dan pastinya sangat kecewa terhadap diri sendiri. Namun disini aku mempunyai pola pikir bahwa pada pada saat kita melakukan kesalahan dan hasil pun kurang maksimal kita tidak usah kecewa , sedih, atau menyesal. Mendingan berlatih mati-matian diawal dan pada akhirnya bisa merasa senang bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Menurutku kekalahan bukanlah kegagalan, namun pengalaman agar kita bisa lebih baik lagi.