Menjadi seorang atlet adalah hal yang tidak mudah, seorang atlet memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Kapan mereka berlatih, ketepatan waktu berlatih, dan memiliki jiwa kompetitif yang sangat besar. Menjadi atlet merupakan profesi yang menekuni dan berkompetisi pada satu atau lebih bidang olahraga yang digeluti yang menggunakan kekuatan, ketangguhan, atau kecepatan fisik di dalamnya. Dalam beberapa cabang olahraga tertentu, seorang atlet harus mempunyai kemampuan fisik yang lebih tinggi dari rata-rata orang biasa. Karena tugas utama seorang atlet adalah berkompetisi, maka untuk memenangkan kompetisi, seorang atlet harus berlatih untuk meningkatkan keahlian, kekuatan, dan ketangguhan diri untuk bersaing dengan atlet lain. Dalam berkompetisi, atlet bisa berkompetisi baik secara individu atau berkelompok. Atlet juga harus aktif bertanding untuk mengasah kemampuan sesuai bidang yang digeluti.
Menurut sudut pandang yang aku lihat bahwa beberapa cabang olahraga seperti Badminton, Sepak bola, Lari marathon, dan beberapa seni bela diri seperti Wushu diketahui bahwa porsi latihan mereka sangatlah berat. Dalam sehari mereka bisa berlatih dua hingga tiga kali dengan program yang berbeda-beda. Misalkan untuk sesi pagi program fisik dan sesi sore program khusus ke teknik cabang olahraga yang digeluti. Biasanya menjadi seorang atlet memiliki kendalanya masing-masing seperti yang aku ketahui dengan memiliki riwayat cidera yang cukup parah sebelumnya. Apalagi dengan program latihan yang cukup berat maka cidera pun bisa saja kambuh seperti banyak atlet yang memiliki cidera bagian ankle, lutut, serta pinggang. Sebuah pengalaman bahwa pada saat mendekati hari pertandingan mengalami hal serupa.
Cidera ankle adalah cidera yang sangat umum terjadi akibat kurangnya pemanasan dan salah mendarat. Peka terhadap diri sendiri apakah sanggup untuk melanjutkan pertandingan tersebut atau mundur untuk menghindari cidera yang semakin parah.Menjadi seorang atlet memiliki tanggung jawab yang cukup besar dan bisa memilih keputusan apakah ia akan terus berkembang maju atau mundur. Terkadang suka merasa putus asa dan sakit hati jika ada orang yang meremehkan sebuah profesi yang ia tekuni dalam kesehariannya. Belajar untuk menghargai lagi pula orang tersebut tidak menjatuhkan dan merugikan orang sekitarnya.
Sekian dari Zacky,
Terima kasih