Pengalaman pertama aku dan keluarga mengadopsi satu ekor anak anjing yang sangat mungil. Jujur dari dulu aku tidak terlalu suka dengan anjing. Aku memiliki trauma, banyak sekali tetanggaku yang memelihara anjing dari yang kecil hingga yang besar. Pada suatu hari saat aku bermain sepeda bersama teman-teman aku melihat seekor anjing besar yang berjenis Husky lari mengejar kea rah aku. Aku tidak berpikir panjang. Aku berlari sembari melihat pohon manakah yang bisa aku panjat karena memang saat itu pepohonan daerah rumah cukup banyak. Aku teriak meminta tolong agar sang pemilik bisa menangkap tali anjing tersebut. Aku memanjat setinggi mungkin agar terhindar dari gigitan dan cakaran anjing tersebut sembari anjing tersebut menggonggong kencang. Tidak lama sang pemilik pun berhasil memegang tali anjing tersebut. Aku sangat kecewa saat itu, di mana aku merasa cemas dan ketakutan dengan kejaran anjing tersebut namun teman-temanku berlindung diatas mobil yang sedang parkir dan menertawakanku. Kejadian kedua saat aku melakukan Nyaba Lembur bersama teman-teman K7. Kejadian ini terjadi saat aku dan beberapa temanku sedang mencari narasumber terkait sumber penghasilan susu sapi daerah Gambung. Situasi saat itu cukup gelap, beberapa anggota kami membawa senter untuk menjadikan sumber penerangan. Mendekati peternakan aku mendengar banyak sekali gonggongan anjing. Aku kira smua anjing tersebut dalam kandang khusus, aku belum sadar karena memang situasi saat itu cukup gelap. Tiba-tiba anjing tersebut lari mengejar kami, pada saat itu aku melihat sekitar 5 anjing yang sedang mengejar kami. Lantas aku berteriak dan mencari tempat berlindung. Aku melihat anjing tersebut hampir menggigit celanaku, tanpa berpikir panjang aku melompat kesalah satu pagar rumah daerah situ. Sang pemilik kaget melihat aku loncat, dan tidak lama sang pemilik rumah membantu menenagkan aku.
Bersambung,