Memasuki jenjang SMP rasanya sangat berbeda sekali ya, entah dari situasi hati, perasaan, teman, bahkan lingkungan pun serba baru. Memasuki sekolah baru ini aku harus bisa bertahan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah entah dari cara aku berkomunikasi dengan teman-teman. Masuk sekolah tanpa adik rasanya sangat berbeda sekali, dari TK biasanya aku melakukan aktifitas di sekolah bersama-sama. Terpikir bahwa jika terus menerus bersama kapan aku bisa berkembang. Hal tersebut selalu terpikir dan memang membuat aku jadi lebih tenang saat berkegiatan di sekolah baru ini. Awal kerap ada rasa keraguan saat berkomunikasi dengan teman-teman. Namun ada di mana hati bisa lebih tenang karena adanya Bryan, Haegen, Bintang, dan beberapa teman lainnya. Tepat pada saat aku duduk di bangku kelas 6 SD aku pernah trial beberapa hari jadi setidaknya ada teman bincang lebih dekat. Waktu terus berjalan hingga tepat pada tahun ini aku duduk di bangku kelas 11 bersama mereka. Banyak sekali cerita unik saat melakukan kegiatan dengan mereka. Kami sering melakukan perjalan entah dalam kota hingga luar kota. Tingkat setia kawan masing-masing anggota bisa teruji dengan adanya perjalanan ini. Tepat di K11 ini menurutku teman-teman cukup berbeda sekali, lebih dewasa, mengetahui situasi dan kondisi saat berkegiatan, lantas banyak perubahan dari mereka semua. Dulu kami semua bisa terbilang sangan maceuh,tidak tahu tempat kapan bisa bercanda dan kapan untuk fokus melakukan kegiatan. Sempat beberapa kali kami terkena teguran dari orang luar, cerita sedikit saat kami melakukan perjalanan kecil di Bandung. Kami melakukan perjalanan ke berbagai titik yang harus kita tuju. Tidak lupa untuk mendokumentasikan perjalanan tersebut. Sampai kami di gereja Katedral Bandung. Aku dan beberapa teman sedang beristirahat diluar gereja tersebut. Ada kabar bahwa beberapa teman kami terkena teguran oleh pengurus gereja tersebut. Entah apa alasanya mereke ditegur, dan ternyata mereka sedang ditegur karena mendokumentasikan gereja tersebut hingga masuk ke dalam tanpa izin siapa pun. Akhirnya peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kami semua bahwa jika mengunjungi tempat alangkah baiknya menemui pengurus tempat tersebut apakah diperbolehkan untuk mendokomentasikan tempat tersebut. Secara etika pun kami belum terlalu peka terhadap hal yang cukup sederhana seperti ini. Banyak pengalaman kelompok yang sangat tidak terlupakan oleh aku selepas cerita teguran oleh pengurus gereja ini. Kami seringkali melakukan kegiatan seperti ini. Beberapa kota yang sudah kami singgahi, beberapa diantaranya seperti Demak, Kudus, Jepara, dan juga Purwakarta. Banyak sekali hal baru yang aku dan teman-teman dapat selama melakukan perjalan ini. Cara kami semua menyiapkan barang bawaan pribadi dan juga kelompok. Rute perjalanan pun kami riset bersama-sama terlebih dahulu sebelum pergi. Beberapa kertas kami print dari google maps karena saat itu kami hanya diperbolehkan untuk membawa telefon genggam jadul saja. Seminggu kurang kami melakukan perjalanan ke tiga kota tersebut. Banyak pengalaman menyenangkan dan menegangkan selama perjalanan. Lantas euphoria saat melakukan perjalanan pun masih teringat hingga sekarang. Jika mendengarkan lagu dari Fourtwnty sering kali teringat dan bernostalgia saat melakukan perjalan ini. Hari terakhir kami berada di Jepara, hari itu pun kami hanya menikmati pantai Bondo Jepara. Pesisir pantai yang sangat istimewa dengan keindahan pantai tersebut apa lagi fasilitas di sana cukup banyak, mulai dari penginapan, restoran, perahu kayak, layangan, dan masih banyak lagi. Hari itu rasa lelah saat melakukan riset maupun wawancara terbayar sudah. Suatu waktu ketika kami menyewa perahu kayak tersebut ada kejadian cukup lucu. Dayung dari pada perahu kayak tersebut patah akibat hantaman ombak mengenai badanku. Lantas saat melihat dayung itu patah aku pun langsung menyelam dan menjauhi perahu kayak tersebut dengan harapan kejadian tersebut bukan karena diriku, karena diriku jauh dari perahu kayak tersebut. Akhirnya kelompok kami harus menggantikan dayung tersebut sebesar 400 ribu. Mahal sekali ya kawan-kawan, yang tadinya duit tersebut untuk membeli oleh-olehyang banyak untuk keluarga masing-masing jadi kami pun terpaksa untuk membeli oleh-oleh secukupnya saja. Begitulah cerita saat aku dan teman-teman melakukan perjalanan.
Sekian dan terima kasih