Paradigma itu seperti matahari, bagi diriku. Yang bisa jadi berbeda dengan matahari bagi diri lain yang bukan aku. Misalnya matahari bagimu atau matahari bagi dia, matahari bagi mereka bahkan matahari bagi kami pun berbeda. Paradigma itu seperti matahari bagi subjek yang mempersepsikannya bagi dirinya sendiri.
Mental model itu seperti, matahari adalah... Lebih tepatnya, mental model itu adalah usahaku untuk mendefinisikan matahari bagiku. Usahamu untuk mendefinisikan matahari bagimu, usaha mereka untuk mendefinisikan matahari bagi mereka. Bahkan usaha kita untuk mendefinisikan, matahari bagi kita adalah...
Mindset itu seperti bagaimana menjadi matahari. Caraku dengan menyebarkan panas, caramu dengan menyebarkan cahaya, cara mereka dengan menyebarkan suara. Kemudian cara kita, yang walaupun ada aku dan kamu di dalam kita menghasilkan cara yang berbeda, dengan menyebarkan bayangan.
Paradigma itu seperti akhiran -itas. Individualitas, kolektivitas, mataharitas(?).
Mental model itu seperti akhiran -isme. Individualisme, kolektivisme, mataharisme(?).
Mindset itu seperti akhiran -istik. Individualistik, kolektivistik, mataharistik(?).
Setelah paradigma terpersepsi dan mental model terdefinisi, mindset pun tertentukan. Dalam paradigma individualistik, dengan mental model individualisme, bersikap individualistik. Dengan tindakan antara lain, lebih baik bekerja sendiri, fokus pada pencapaian pribadi, bisa juga bertindak menjatuhkan atau mengangkat orang lain demi kepenuhan diri sendiri.
Tindakan-tindakan tersebut kita namakan dengan strategi perilaku, yang berkaitan dengan respon seseorang terhadap realita yang terjadi dan ia di dalamnya. Sadar tidak sadar, ini bisa jadi kebiasaan yang dapat teramati oleh orang lain. Bukankah kita mengenali orang lain dengan menyadari strategi perilakunya.
Seperti teramati, seorang yang selalu cari pengakuan orang lain, atau orang yang sering membantu orang lain, bahkan orang yang sering menilai rendah atau tinggi orang lain. Bisa jadi mindset-nya kolektivistik, dengan mental model kolektivisme, dalam paradigma kolektivitas. Terbentur terbentur terbentuk oleh atmosfer tidak bisa tidak bersama-sama.
Hmmm... gak tahu juga sih, belum sampai ke tahap mendapatkan gambaran lebih utuh soal ini. Makanya, jadi meracau begini. Karena, yang dikatakan itu yang belum selesai di pemikiran dan yang dilakukan itu yang belum selesai di pemahaman. Maka baik lah kalau di sini ada yang belum selesai dengan dirinya, karena kalau sudah selesai ya tidak di sini.