AES 82 Pawai PERSIB dan Rampai Gerak Smipa
matheusaribowo
Wednesday May 28 2025, 8:00 PM
AES 82 Pawai PERSIB dan Rampai Gerak Smipa

Masih hangat diingatan kita suasana Kota Bandung akhir pekan lalu. Betapa tidak, seluruh jalanan kota menjadi sungai biru, mengalirkan ribuan manusia berpakaian atau atribut berwarna biru. Gemericiknya begitu lantang memekik di telinga siapa saja sepanjang hari. Teriakan sepereti, "Juara!", "A Juara a!", "PERSIB Juara", dan nyanyian kemenangan "Champion Again, Persib Bandung!" serta lagu-lagu penyemangat PERSIB lain yang biasa digaungkan di stadion, hari Minggu lalu menggema di seluruh sudut kota dan telinga siapa saja. Semeriah itu arus perayaan ke 4 PERSIB sebagai juara Liga Indonesia. Kita pun tahu bahwa PERSIB adalah tim sepak bola yang begitu dicintai warga Bandung dan Jawab Barat. Wajar saja bila sampai disebut sebagai "Hajatnya orang Jawa Barat". Tentang PERSIB dan bagaimana ia bisa begitu mengakar dan menjadi bahasa hate bagi warga Bandung dan Jawa Barat, pernah ditulis dengan amat baik oleh Zen RS di Bandung Bergerak. Berikut tautannya; https://bandungbergerak.id/article/detail/1599239/dari-tegallega-ke-sukahaji-dan-persib-sebagai-belati

WhatsApp Image 20250528 at 20.38.57.jpeg

Sementara hari ini, 28 Mei 2025, dalam acara tahunan Rampai Gerak di Smipa bersama Semesta Tari yang digawangi oleh Bude Ratna (Bude kesayangan anak-anak tari Smipa), berlangsung begitu hangat. Bersambut dengan cahaya sore yang memeluk pendopo dengan pendar warna jingga kekuningan. Suasana ngariung yang begitu teduh di bawah naungan atap pendopo dan pohon tabebuya. Puluhan atau entah ratusan pasang mata sejenak melupa cara berkedip dan memejam. Bagaimana tidak, di hadapan kami semua, secara bergantian tersaji gerak tari dari yang lembut hingga tegas bersemangat, dari anak-anak termuda, hingga kakak-kakak dan orangtua. Bukan saja mata, mulut menjadi begitu fasih bersorak-sorai mengundang gembira, hati pun turut menari dalam dimensi rasa yang menyatu dan memadukan kami semua dalam sebuah irama yang sama. Kebahagiaan.

WhatsApp Image 20250528 at 21.01.07.jpeg

"Lantas, apa hubungannya Rampai Gerak dengan Pawai PERSIB?"

Jaman ini, kita melintas di aliran waktu di mana kebahagiaan terasa begitu sempit dan terpisah ruang (bahkan waktu). Entah kapan kita merasakan kebahagiaan yang tak terbatas ruang. Kita mulai terbius dan terbias oleh kebahagiaan sendiri-sendiri. Kita mulai terbiasa untuk berbahagia di ruang-ruang sendiri atau terbatas kelompok-kelompok kecil. Kita mulai lupa untuk merayakan kebahagiaan secara merdeka dan bersama siapa saja. Kebahagiaan yang mendobrak ruang-ruang eksklusivitas. Pawai PERSIB membawa kembali hal itu pada luasan kota, provinsi, atau bahkan melintasi batas-batas kewilayahan. Bahwa siapa saja yang mencintai PERSIB, di manapun tempatnya, ia akan merayakan dan berbahagia. Ada irama yang sama, yang lahir dari kecintaan kepada PERSIB. Begitu pula Rampai Gerak sore hari ini. Ada irama yang sama, yang lahir dari kecintaan pada tari dan kepada mungkin Smipa sendiri. Di mana beberapa waktu ini mungkin kebahagiaan kami di Smipa terbatas ruang-ruang sendiri. Berbahagia di ruang tengah (RT) masing-masing, berbahagia di kelas masing-masing, berbahagia pada komunitas masing-masing, di obrolan-obrolan masing-masing, dan ruang-ruang lain yang terkotak. Tetapi sore ini, direstui langit biru yang murni, kebahagiaan pun begitu jernih mengalir di antara kami. Tak lagi hanya di ruang masing-masing. Kebahagiaan hari ini bermuara di laut yang sama, Semi Palar. Hari Minggu pun hari Kamis pekan ini, kebahagiaan menjadi luas. Kebahagiaan kolektif beriak kecil dari hati masing-masing kemudian menyatu dan berpadu menjadi ombak untuk kebahagiaan bersama

Terima kasih PERSIB, terima kasih Semi Palar, terima kasih Semesta Tari. Terima kasih Sang Sumber Kebehagiaan.

You May Also Like