Caranya menutup mata bukan dengan merem, justru dengan diem. Karena saat mulut menganga, telinga tersumbat tulang bicara. Lupa kalau dinding mendengar dan rumput berkoar-koar.
Bercerita tentang etika dari suara dan estetika yang bukan sekadar rasa (perlu pikir juga). Ada kesan yang jelas tidak linear, seperti 1 dari 11 laws of systems thinking bilang. Cause and effect aren’t closely related.
Saat hanya ada saya, rasakanlah dari sudut yang bukan hanya saya. Ketika ada kita semua, rasakanlah dari sisi saya sendiri. Agar sadar ketika saya, kami, kita mengganggu mereka, kamu, kalian. The way one think is the way one feel.
Sehingga dalih-dalih membenarkan diri dengan menyalahkan yang lain atau memuja diri dengan menghina yang lain, tidak terjadi. Agar judgement; orang lain itu menjudge saya ini, yang mana ini adalah bentuk disintegrasi refleks kedirian, tidak diglorifikasi.
Relax, nothing is under control. Calm, nobody cares. In the end it’s not what you do or say, it is what you are that count. Beberapa kutipan yang menyadarkan kalau selama ini kita melakukan proyeksi, sambil bilang kalau itu refleksi. Oh, pun apologi beda dengan justifikasi.