Liburan sekolah adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bersama keluarga. Rute perjalanan biasanya cukup panjang. Kami biasanya melakukan perjalanan Bandung hingga Bali menaiki mobil pribadi. Rasanya cukup ramai dibanding menaiki pesawat. Kita bisa merasakan prosesnya, proses dimana kita butuh perjuangan untuk mencapai yang dituju. Kami memulai perjalanan lewat jalur pantura yang sekarang terdapat dua pilihan yaitu melewati jalan tol atau jalan biasa. Kami memilih untuk lewat jalan tol karena bisa mempersingkat waktu perjalanan. Kami memulai perjalanan dari Bandung ke Semarang untuk titik peristirahatan pertama. Disana kami melakukan eksplor berbagai tempat bersejarah seperti Kota tua, Lawang sewu, dan masih banyak lagi.
Besoknya kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju Malang. Perjalanan yang sangat jauh namun banyak sekali tempat unik yang kami lewati salah satunya Klenteng Kwan Sing bio dengan ciri khas patung raksasanya. Namun sayang sekali patung tersebut roboh kemungkinan perancangan yang kurang matang. Sampai Malang kami beristirahat untuk mempersiapkan perjalanan besok menuju Banyuwangi. Malang ada kota yang sangat bagus menurutku dari banyaknya wisata kuliner. Pagi hari kami langsung melakukan perjalaan menuju Banyuwangi, disana kami memperpanjang peristirahatan menjadi tiga malam. Kesehariannya kami banyak istirahat dan menikmati pesisiran pantai di Ketapang, Banyuwangi. Setelah beberapa hari disana kami bergegas menuju pelabuhan Ketapang dan bersiap untuk menaiki kapal. Sempat sedikit ragu karena gelombang pasa saat itu cukup besar. Namun kami semua selamat saat proses penyebrangan berlangsung. Sekitar jam sepuluh pagi kami pun sampai Bali dan menuju daerah Kuta selama perjalanan sekitar tiga jam dari pelabuhan. Semua ini membutuhkan perjuangan walu pun hanya duduk di mobil saja. Makna dari sebuah perjalanan kali ini adalah dbalik semua ini pastinya membutuhkan proses sekaligus menjadi lebih cekatan dalam menyesuaikan diri di tempat baru. Selalu terselip hal baik di setiap kejadian.
Sekian dan terima kasih