Apa hal-hal kecil yang menggangguku? Contohnya mudah saja.
Sedari pagi aku meminta anak-anak untuk membantuku menjemur baju tetapi dicuekin karena mereka masih bersantai dan bermain sendiri di kamar sampai akhirnya semua baju sudah selesai terjemur. Satu.
Lalu aku meminta mereka untuk menemaniku meditasi, sekali lagi dicuekin. Dua.
Kemudian mataku kelilipan rambut poni yang kupotong sendiri. Tiga. Bukan salah siapa-siapa tetapi tetap saja sukses membuatku menambahkan rasa kesal dalam hatiku.
Akhirnya nada yang kugunakan mulai meninggi. Tidak lagi kalimat bertanya dan mulai berubah jadi kalimat perintah. Emosi mulai meningkat karena hal-hal kecil diatas.
Dan setelah akhirnya mereka bersedia dan beranjak juga dari ranjang walau dengan sedikit paksaan karena melihat mamanya mulai cemberut tiba-tiba setelah mulai meditasi dan menyalakan aplikasi calm, topiknya hari ini seperti menyiram kepalaku yang mulai panas dengan air dingin.
"Under the Light of Awareness, the Energy of Irritation can be Transformed into an Energy which Nourishes." Thich Naht Hahn
Eaaaah... Sepertinya semesta kembali berusaha mengajariku untuk bersabar. Dan berpikir ulang kembali. Menarik nafas panjang dan menghembuskan semua emosi itu keluar. Emosi itu membutuhkan energi, kemarahan itu sangat melelahkan. Jadi daripada energi yang aku punya dipakai untuk marah-marah, alangkah lebih baiknya kalau kugunakan untuk hal lain yang positif.
Akhirnya pagi ini kuajak anak-anak untuk pergi keluar ke taman bermain sepeda. Keluar dari rumah kupandangi langit biru jernih tanpa awan, burung2 yg berkicau sambil beterbangan serta anak-anak yang riang gembira bermain sepeda. Aaah... klise sekali sih memang, tetapi hal-hal simpel seperti ini membuatku bahagia dan sangat bersyukur karena aku bisa merasakan manfaat dari meditasi yang setiap hari kujalani selama 10 menit. Ternyata yang kulakukan selama ini tidak sia-sia.
Dan rasanya masih banyak sekali hal yang bisa kusyukuri hari ini...