Jadi berawal dari PTMT pertama dimana si anak kecil mau bermain bersama sahabat baiknya setelah pulang PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas). Jadilah akhirnya aku mencari teman bertukar untuk si kecil karena jadwal PTMT mereka ternyata terpisah. Si kecil dapat jadwal siang sementara sahabatnya di pagi hari.
Awalnya aku menjapri salah satu Ortu teman sekelasnya menanyakan apakah dia bersedia bertukar dengan jadwal si kecil di siang hari. Dan ternyata langsung dengan semangat disetujui.
Nah ketika tiba di hari Sabtu sebelum Senin dimana mereka harus PTMT lalu kakak membagikan jadwal PTMTnya. Lalu Ortu yang kuhubungi sebelumnya dengan bingung bertanya kenapa si kecil masih di jadwal pagi? Daaaan... ternyata telah terjadi miskomunikasi disini dimana aku mengira dia sudah oke ditukar ke siang hari sementara dia mengira kalau anaknya jadwalnya siang dan diminta bertukar ke pagi. 🤣 Okei... Jadi ternyata anaknya memang maunya di pagi hari, jadilah rencana semula menjadi mentah kembali dan si kecil harus mencari teman bertukar yang lain. Akhirnya kujaprilah satu persatu anak2 Congklak sesi 1 untuk diajak bertukar ke sesi 2. Tetapi ternyata nihil hasilnya, kebetulan memang karena satu dan lain hal semuanya tidak ada yang bisa bertukar dengan si kecil.
Akhirnya setelah berdiskusi kembali dengan Mama sahabat baik si kecil kami putuskan akhirnya lebih baik kalau sahabatnya saja yang berganti ke sesi 2 di siang hari karena memang lebih mudah mengajak anak sesi 2 bertukar ke pagi hari di sesi 1. Ternyata orang tua barudak Congklak ini makhluk2 pagi yang rajin. 🤭
Jadilah sahabat si kecil bertukar dengan temannya yang lain. Nah PTMT pertama berlangsung lancar dan anak2 tampak pulang dengan penuh kebahagiaan.
Naaah tibalah PTMT sesi 2... Sebelumnya kakak sempat mengobrol dan memberitahuku kalau kakak memang mau mencoba untuk memisahkan jadwal si kecil dan sahabatnya. Kakak rupanya ingin melihat bagaimana reaksi mereka bermain dengan teman-teman yang lain di saat tidak bersama.
Jadilah kukabari Mama sahabat si kecil perihal hal tersebut.
"Yaah, kali ini beneran deh ngga bisa barengan jadwalnya, mereka rupanya memang sengaja dipisah oleh kakak." Aku melaporkan hal tersebut.
***
Cerita berlanjut langsung ke hari H. Di saat menjemput si kecil aku melihatnya sedang duduk bersama sahabatnya di bangku panjang. Langsung aku berkomentar.
"Waaah rajin sekali, sahabat si kecil udah dateng ya kak?"
Lalu kakak menjawab,
"Bukan bu, ini anaknya salah jadwal."
Haaaaah?!! Lololol... 🤣🤣🤣
Jadi ternyata Mama sahabat si kecil mengira kalau jadwal anaknya masuk pagi seperti di PTMT pertama kemarin. Sedangkan jadwalnya memang sudah dirubah oleh kakak.
Alhasil si kembar siam ketemu gede ini kali ini kembali gagal dipisahkan oleh kakak. Hahahaha... Kita lihat bagaimana ya nanti di PTMT berikutnya. 🤭
Ps. Sebenernya sih bukan anaknya yang gamau pisah tapi orang tuanya kak. Hahaha... Alasan? Tentu saja demi efisiensi dan kenyamanan karena bisa sekali angkut 2 anak sekaligus kan daripada satu-satu. 🤣
Hehehe, seru bu pengalamannya
Oalaah.. inikah yang namanya jodoh 😄
Jodoh ketemu gede kak. 🤣 hahahaha...