Sebelumnya ini hanya ide semata yang ada dan terpikirkan di benakku pada saat itu jadi jika ada yang tersinggung atau terganggu dengan tulisan ini mohon maaf.
Ide drama yang aku pikirkan tentang dunia digital dan perpolitikan yang mulai beranjak masuk di dunia atau kalangan anak muda di jaman sekarang ini. Dramanya akan banyak kontroversi dan sindiran sindiran keras untuk sisi masyarakat dan sisi pemerintahan. Hubunganya tentu bisa menjadi banyak contoh uang atau dana subsidi pembangunan museum di korupsi lalu museum tidak terurus dan sumber penghasilan itu hilang dan terbengkalai. Atau bisa juga dengan isu isu kontroversi yang digunakan sebagai alat pemerintahan untuk pengalihan isu tertentu. Tidak ada batasan sama sekali 2 dunia ini sangat luas apalagi dengan tambahan tema dunia digital. Jaman sekarang tidak asing dunia digital menyampaikan informasi yang tidak lengkap lalu masyarakat memandangnya sebelah mata dengan knowledge dangkalnya dan dari situ timbul kontroversi dan konflik antar a dan b. Hal ini bukanlah hal asing melainkan ini adalah hal yang sudah sering terjadi hingga menjadi lumrah di kalangan masyarakat atau komunitas tertentu. Kedua topik di atas bisa berhubungan dengan sekolah dan museum karena 2 itu topik yang menjadi penyebab utama pendidikan Indonesia jelek, banyak hoax, banyak korupsi, pengalihan isu korupsi/suap/tindak kriminal, ketidakadilan sosial dan yang lainnya. Bermula dari pemerintah atau kepala kepemimpinan yang tidak baik maka bawahnya juga akan tidak baik. Contoh DPR tidak memedulikan suara rakyat dan tidak demokratis sebab kursi DPR hanya diisi dengan tikus berdasi yang ingin terus makan tiada kenyang lalu segala dana yang mereka makan habis dan para dinas pendidikan dsb tidak memiliki dana untuk pembangunan dan hilang sudah semua itu dan menjadi hancur tidak terurus. Itu hanya sebagai contoh utama terlebih dahulu. Misal ada pertanyaan kok bisa dunia digital berhubungan dengan pendidikan sekolah dan museum. Bisa saja terjadi karena perkembangan museum sudah mulai masuk ke dunia digital dengan membuka museum secara online dengan teknis kita bisa menjelajahi museum dan melihat seperti apa isi museum melalui gawai dan digital. Lalu apa yang menjadi masalah? Mengapa tidak ada tindak lanjutnya dengan memberikan opsi tambahan agar informasi tersebut bisa didapatkan melalui online. Lalu apa yang bisa dilakukan agar orang atau masyarakat ingin berkunjung? Buat lah museum yang interaktif yang tidak bisa dilakukan atau didapatkan secara online. Contoh nya sudah banyak seperti museum museum di luar negeri, ada dari jepang museum Noodles cup jika datang langsung kita bisa berkreasi dengan membuat Noodles cup versi kita sendiri. Lalu ada juga museum museum lainnya yang berbeda dan dibuat menarik. Dengan perkembangan museum ini juga menambahkan knowledge atau wawasan masyarakat dari balita hingga lansia, jadi tidak ada batasan untuk berkembang menjadi lebih baik. Tapi gimana mau berkembang menjadi seperti itu jika dana nya hilang semua di makan sama tikus tikus rakus tsb. Atau ada sisi lain juga misal dana nya memang tidak tersedia khusus untuk museum museum di seluruh Indonesia (tidak ada tindakan khusus)