AES 227 Flying First Class
joefelus
Wednesday January 5 2022, 3:36 AM
AES 227 Flying First Class

Buat saya yang orang kampung naik pesawat dan duduk di first class itu seru juga ternyata. Yang penting ini pengalaman baru dan  saya berusaha untuk tidak malu-maluin karena walau bagaimana saya tetap orang kampung hahahah..

Seperti yang saya ceritakan kemarin, kami dapat upgrade ke first class karena ganti jadwal dan tempat duduk di penerbangan kedua dari Los Angeles ke Denver kami kebagian kelas utama. Biasa ketika boarding kami dapat giliran belakangan karena selalu beli tiket kelas ekonomi. Kali ini kami masuk duluan setelah pre boarding untuk penumpang disabled, anggota militer aktif atau yang membawa anak-anak balita. Nah kalo urusan masuk saat pre boarding saya sering yaitu ketika Kano masih balita atau ketika Nina pakai kursi roda! Tapi sebagai penumpang kelas utama ya baru kali ini.

Kano Begitu semangat karena selama oini dia agak menderita setiap kali terbang sebab dia punya postur tubuh yang tinggi sehingga duduk di dalam pesawat yang sempit membuat seluruh tubuh pegal-pegal. Dan ternyata memang menyenangkan duduk di kelas utama karena tempatnya begitu luas dan nyaman.

Karena kami tidak yakin akan mendapat makanan, secara ini hanya penerbangan pendek, hanya 2 jam. Jadi kami membeli pizza karena cuma itu yng ternyata tersedia sebelum boarding. Lumayan lah karena ini milik Wolfgang Puck, chef kondang yang sering masak untuk acara hebat seperti misalnya acara Piala Oscar. Karena tidak habis, dan saya beli 2, ya saya bawa masuk ke pesawat dan saya taruh di tempat duduk sebelah saya yang kosong. Oleh pramugari cantik saya digoda dan dia bilang, "Make sure you put on the seatbelt for your pizza!" Katanya sambil tertawa-tawa. Iseng saya kumat dan pasang sabuk pengaman seperti yang dikatakan pramugari tadi  buat pizza saya hahaha..

Ini penerbangan yang sangat menyenangkan, saya tidak perlu merasa pegal-pegal seperti biasanya karena tempat duduknya nyaman. Begitu lewat beberapa menit sesudah take off, langsung tercium bau harum makanan. Tidak berapa lama saya ditawari makan malam. Selama ini makan malam di kontainer sekali pakai, kali ini pakai piring, mangkuk buah, garpu, pisau dan sendok. Kemudian saya ditawari wine juga di gelas betulan, bukan plastik. Saya terima itu dengan senang hati, walau makanannya menurut saya seperti menu dari lean cuisine yang bisa diperoleh di bagian makanan beku yang cukup dimasukkan microwave sebelum disajikan toh gratis. Sesudah selesai malah ditanya apakah saya mau tambah wine! Saya jawab dengan gelengan kepala dan memilih  air putih saja hahaha..

Walau hanya sekitar 2 jam, diperlakukan secara istimewa ternyata menyenangkan juga. Ini penerbangan yang paling nyaman yang pernah saya alami. Lumayan mengalami sesuatu yang baru yang bisa dijadikan bahan obrolan, tapi saya tidak mau tuman karena kalau benar-benar membeli tiket kelas utama, harganya mahal! Ini bukan kelas saya, tapi kalau ditawari gratis lagi ya tidak akan saya tolak hahaha...