Di bumi ini ada banyak sekali manusia yang hidup. Mahluk hidup juga banyak yang hidup selain manusia.
Manusia diberikan akal budi dan kecerdasaan yang melebihi mahluk hidup lainnya. Namun kecerdasaan tersebut sering disalah gunakan oleh para orang-orang cerdas di bumi ini. Tidak perlu jauh jauh bisa kita lihat di negara kita sendiri banyaknya kecerdasaan dalam motif korupsi, pembunuhan, pengalihan isu dan para pencuci tangan. Kecerdasaan yang mereka gunakan dalam memanfaatkan hak istimewa nya yang diperoleh dari kekuasaan dan peringkat yang mereka punya. Kekuasaan sudah tidak ada harga dirinya jika di pandang oleh mereka para pemborong kursi kekuasaan di gedung mewah itu. Segala perabotan dan interior mewah dan sangat eksklusif hingga harganya yang sangat mahal di mata publik semetara di balik itu banyak tikus yang ingin mengambil bagian dari dana interior mewah tersebut. Suatu kisah menarik dari kisah dan kehidupan nyata, para pembersih tikus yang malah ikut membantu serta melakukan hal yang sama. Tikus memiliki otak yang kecil dan hanya memikirkan diri sendiri namun pintar membabi buta dengan apa yang mereka incar kepada sang pemberantas tikus.
Tikus tertangkap oleh para petinggi, di ancami hukum mati sebab mencuri dana sumbangan berupa sembako di masa pandemi yang berlangsung selama 2 tahun. Mencuri hak rakyat demi kepentingan pribadi. Mungkin hewan saja lebih memiliki rasa belas kasihan terhadap sesamanya bahkan manusia. Orang yang tidak memiliki perasaan dan kemanusiaan. Orang tersebut malah mendapatkan hak istimewa lebih besar lagi.
Selain itu ada seorang yang hanya memukul pasangannya sebab perkelahian yang di hadap. Kondisinya seorang tersebut sedang menyusui seorang bayi laki-laki. Namun karena seorang ini adalah orang pintar dan terkenal para pemberantas kotor tersebut memanfaatkan untuk mencari sensasi dan kepopuleran. Sang pasangan yang memiliki kuasa dan jabatan tinggi menyuap para pemberantas dengan sendok sendok penuh ganja agar terhipnotis dan termanipulasi dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga seorang tersebut harus menyusui anaknya di dalam sel penjara.
Sekarang coba kita refleksikan dimana otak pemberantas tikus tersebut yang seharus lebih pintar dari para tikus? Dimakan tikus semua sampai habis sehingga para tikus bisa membuat organisasi kotor di balik itu semua. Tikus yang tertangkap pada kasus pertama malah dibebaskan, sangat bodoh sekali hanya karena dia memiliki kepercayaan yang sama dengan para masyarakat di negara tersebut malah di dukung dan di anggap lumrah. Selain itu banyak pengalihan isu lain pada saat tersebut, mengenai pandemi yang memburuk dan hanya membuat rakyat semakin khawatir. Si tikus yang menyuap para pemberantas dengan segala hal ilegal agar ia terbebaskan dari jeratan hukuman mati tersebut.
Kerancuan yang aku ambil dari sebuah iklan yang menggambarkan sebuah kisah di pengadilan. Dimana tempat yang begitu suci dan bersih malah menjadi tempat paling KOTOR dan sangat sangat jorok. Uang menjadi alat untuk meringankan masa hukum. Atribut ibadah yang dijadikan sebagai lambang permohonan maaf agar di maafkan. Anak dan keluarga di seret-seret untuk mencari belas kasihan namun banyangkan yang si tikus curi adalah hak rakyat dimana hak tersebut adalah hal terpenting dalam hidup MANUSIA yaitu makanan dan bahan makanan pokok. Betapa kotornya hal ini terjadi sehingga membuat hal itu dapat terjadi.
Jenis kerancuannya adalah hominem, kerancuannya terdapat pada fakta yang dapat di putar balikan serta hal hal yang tidak logis di otak manusia namun terjadi sebab adanya penyogokan dan bayaran seakan akan membebaskan dari jeratan hukum. Alasannya adalah karena menjadi suatu keresahan dimana negara yang begitu kaya akan sumber daya alam hanya bisa di manfaatkan oleh orang orang tidak berprikemanusiaan yang hanya mementingkan kekayaan akan hartanya sendiri.