Kemarin untuk kesekian kalinya saya menonton film The Magic Of Belle Isle yang dibintangi oleh Morgan Freeman. Filmnya lumayan lah tentang interaksi seorang penulis yang kehilangan keinginannya untuk kembali menulis hingga dia bertemu dengan seorang anak perempuan dan keluarganya yang kebetulan tinggal bertetangga selama beberapa saat.
"Never stop looking for what's not there." ini adalah kutipan yang sangat saya sukai. Dikatakan oleh Monty (Morgan Freeman) terhadap anak perempuan itu yang minta diajari tentang imajinasi.
Beberapa hari ini memang saya terus menerus kelelahan dan sangat kesulitan menemukan ide untuk menulis. Malam ini juga sama tapi saya terus menerus memikirkan kutipan yang diucapkan oleh Monty itu. Jangan pernah berhenti mencari yang tidak ada. Hahaha.. ini perlu pemikiran yang dalam sebab jika tidak ada maka apa yang harus dicari? Nah mungkin di sini kuncinya, berimajinasi agar dapat mengadakan yang tidak ada. Bukan begitu?
Untuk kesekian kalinuya saya tidak punya ide untuk menulis dan kepala saya begitu malas untuk diajak bekerja sama menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk menulis. Jika kepala saya mogok bekerja, maka tentunya juga sulit berimajinasi sehingga membiarkan yang tidak ada untuk tetap tidak ada sehingga sulit dicari. repot ini!
Kemarin saya juga berusaha berimajinasi. Saya hanya duduk bengong menghadapi laptop dan membiarkan pikiran saya melanglang buana. Misalnya duduk di sudut sebuah ruangan sambil memperhatikan 3 orang bermain piano, saxophone dan drum. Ceritanya mengalir hingga beberapa paragraf, hanya menarasikan apa yang saya tangkap dari membayangkan sebuah keadaan yang tidak ada, hanya permainan pikiran belaka. Sudah selesai membayangkan dan menuliskan bayangan itu, mandeg karena saya tidak tahu lagi akan dibawa kemana. Imajinasi saya buyar dan tulisan gagal.
Sebetulnya karena saya tukang melamun, biasanya imajinasi bukan hal yang sulit dilakukan. Dengan mendengarkan lagu saja saya bisa membayangkan banyak hal, Membaca buku juga bisa menjadi jauh lebih kaya dengan dibumbui imajinasi. Itu sebabnya saya senang membaca. Tapi ketika tubuh begitu lelah, segala sesuatu memang mandeg. Mudah sih untuk mencari kambing hitam, seperti misalnya kurang tidur! 2 hari berturut-turut saya tidur lebih sedikit dari biasanya karena harus mengantar Kano yang bekerja ketika matahari belum terbit. Ini bisa dijadikan alasan walaupun sebetulnya kalau mau saya bisa beristirahat lebih awal agar cukup tidur hahaha.. Namanya juga mencari kambing hitam, bukan? Mencari kambing hitam juga merupakan salah satu bentuk dari imajinasi, tapi bukan merupakan bentuk imajinasi yang konstruktif.
Berimajinasi adalah permainan mencipta. Bisa saja menciptakan sesuatu berdasarkan banyak fragmen-fragmen yang sudah pernah dialami lalu digabung-gabungkan menjadi sebuah ciptaan yang baru. Bisa saja, bukan? Segala macam bentuk cerita fiksi seringkali merupakan gabungan banyak serpihan pengalaman hidup. Banyak ide fiksi muncul dari sebuah peristiwa nyata, hanya saja kemudian dibumbui dengan berbagai macam imajinasi yang tidak faktual lalu menjadi sebuah gambaran yang menarik, menjadi sebuah cerita yang seru. Nah ini yang beberapa hari terakhir sulit saya lakukan. Yang ingin saya kerjakan justru tidak ada, tidak ingin melakukan apa-apa. Repot kalau sudah begini. Ya sudahlah, mudah-mudahan saja sesudah istirahat cukup saya bisa mulai berimajinasi lagi dan berusaha produktif melakukan permainan mencipta.***