AES 1533 Terperangkap
joefelus
Monday November 24 2025, 10:44 AM
AES 1533 Terperangkap

Kegemaran akan berbagai jenis makanan dari manca negara akhirnya menjebak saya! Hahaha.. Sebelum saya nanti ditertawakan, terlebih dahulu saya ingin cerita bagaimana saya akhirnya masuk dalam perangkap ini. Tapi saya berjanji, ini akan menjadi yang pertama dan terakhir, kecuali ada kondisi yang serupa.

Makanan selalu membuat saya penasaran. Berbagai jenis makanan manca negara sebagian sudah pernah saya cicipi, dari yang rasanya sangat luar biasa, hingga ada yang terpaksa lari ke tempat sampah dan saya lepehkan karena mengandung bahan yang tubuh saya tidak mampu cerna. Kalau menghitung jumlah negara yang makanannya pernah saya cicipi, mungkin akan butuh waktu lama, tapi saya selalu ingat makanan-makanan yang menonjol dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Mencoba makanan baru untuk pertama kalinya, apalagi jika makanan itu memiliki cita rasa yang unik, tidak jarang memberikan pengalaman yang emosional. Cita rasa yang unik dan belum pernah saya rasakan sebelumnya ditambah tekstur dan aroma yang luar biasa hampir selalu meningkatkan semacam kesadaran dan apresiasi yang luar biasa terhadap kehidupan. Makanan adalah bahasa universal yang sangat erat dengan tradisi, budaya dan kebiasaan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mencoba makanan baru seperti memasuki dunia baru, budaya yang baru, masyarakat yang baru dan sebagainya. Itu yang saya maksud dengan apresiasi terhadap kehidupan. Dengan alasan semacam itu, saya tidak pernah tidak tertarik pada makanan, bagaimana menyiapkannya, dan lain sebagainya.

Saya juga sangat suka menyaksikan filem-filem yang berlatar bekalang makanan. Ada beberapa filem yang saya sukai seperti misalnya Babette's Feast, filem asal Denmark, Mostly Martha, filem Jerman yang kemudian diadaptasi oleh Hollywood dengan judul No Reservation yang dibintangi Aaron Eckhart dan Catherine Zeta Jones. Atau filem yang disutradarai oleh Ang Lee yang berjudul Eat Drink Men Women yang juga kemudian diadaptasi oleh perfileman Amerika menjadi Tortilla Soup yang dibintangi oleh Hector Alizondo. Kano dan saya juga menyukai filem yang berjudul Chef yang dibintangi oleh Jon Favreau, Scarlett Johansson, Dustin Hoffman, dan John Leguizamo. Filem-filem itu bercerita seputar makanan. Filem Chef itu juga yang kemudian menginspirasi saya untuk berkunjung ke New Orleans untuk mencoba Beignet dari restoran legendaris Cafe Du Monde dan akhirnya saya sadar bahwa saya sering jadi korban imajinasi sendiri. Ketika saya mencoba beignet dari Cafe Du Monde, ternyata rasanya tidak terlalu spesial seperti yang saya bayangkan. Hahaha..

Food channel juga merupakan program TV yang saya gemari. Dulu saya senang menyaksikan Iron Chef, saya juga punya beberapa chef yang pernah saya idolakan. Saya senang mengikuti beberapa chef yang memiliki channel di youtube. Banyak makanan yang saya buat berdasarkan resep-resep yang saya mabil dari mereka-mereka ini.

Saya sering belajar membuat makanan yang saya sukai dari orang-orang yang saya kenal. Belajar membuat papaya salad, Thai curry, dan lain-lain dari teman-teman saya yang berasal dari Thailand. Saya belajar membuat kimchi dari orang Korea, saya belajar membuat summer roll yang menggunakan rice paper langsung dari teman saya yang orang Vietnam. Saya juga belajar membuat roti dari teman-teman yang bekerja di Bakeshop ketika saya bekerja di Colorado. Demikian juga halnya dengan makanan orang Indian dari New Mexico dari Gilbert dan Angela yang merupakan penduduk asli suku Navajo. Makanan dari manapun membuat saya ingin tahu bagaimana membuatnya.

Entah bagaimana, di telepon genggam saya beberapa waktu yang lalu muncul beberapa cuplikan filem tentang makanan Korea. Yang lucu di fragmen-fragmen itu menampilkan banyak juga makanan Barat, seperti macaron yang merupakan kudapan khas Perancis, Schnitzel dari Jerman bahkan Beuf Burguignon, setup daging dan jamur ala Perancis. Yang membuat saya tertarik juga adalah bagaiman mereka mengilustrasikan pengalaman pertama ketika mencicipi makanan-makanan itu dengan cara yang unik. Gambaran emosi yang mereka alami begitu lucu, kadang membuat saya penasaran karena secara visual, emosi yang mereka pancarkan ketika bersentuhan dengan makanan itu begitu menarik dan unik. Belum pernah saya menyaksikan sebuah filem yang ilustrasi visualnya digambarkan seperti dalam fragmen-fragmen itu. Akhirnya karena penasaran, saya mencari tahu. Dan saya masuk perangkap menjadi salah satu orang yang menyaksikan filem seri drama Korea! hahaha..

Semua itu gara-gara makanan. saya penggemar makanan Korea, saya juga suka macaron walau ketika saya mencicipi tidak menunjukkan reaksi seperti di filem drakor ini hahha.. Beuf burguigon juga sudah pernah saya nikmati beberapa tahun yang lalu bahkan saya tulis pengalamannya dalam AES dengan judul sama, Schnitzel bukan jenis makanan yang langka juga, setiap orang bisa membuatnya selama memiliki daging dan tepung roti atau sering dikenal tepung panir, mirip-mirip dengan Katsu ala Jepang. Pajeon atau Pancake daun bawang ala Korea juga bukan makanan yang terlalu unik, sangat mirip dengan bala-bala hanya saja bahan utamanya adalah daun bawang. Sekarang saya mengerti mengapa masyarakat dunia banyak yang begitu kecantol drakor, karena mereka memang sangat piawai dalam menggambarkan kondisi sederhana ke dalam kemasan yang unik dan menarik. Ceritanya sendiri ya biasa saja, tapi bagaimana mereka menampilkan makanan, bagaimana membuat presentasinya begitu profesional sehingga makanan yang sebenarnya tidak spesial menjadi begitu luar biasa. Tinggal 2 atau 3 eposide lagi dan saya akan berhenti, saya tidak mau seperti tukang soto langganan saya yang nonton sepajang waktu hahaha.. Karena prinsip saya, menonton filem tentang makanan lebih menjadi sebuah media belajar. Saya memang terhibur karena lucu dan juga ada bagian yang mengharukan, tapi saya jauh lebih tertarik pada makananannya. Dari pada terjebak duduk di depan televisi menghabiskan waktu untuk menonton filem drama, lebih baik saya membuat sukjunamul-muchim (salad toge dengan minyak wijen ala Korea) yang akan saya dampingkan dengan Korean potato Salad (Gamja Salad) dengan lauk Dak Bulgogi atau Korean Bbq Chicken hehehe. Baiklah, saya ke dapur dulu. Salam!

Foto credit: beautynesia.id