AES041 - Pengumpul Pernak-Pernik Jalanan
Ara Djati
Sunday September 22 2024, 7:42 PM
AES041 - Pengumpul Pernak-Pernik Jalanan

Kalau jalan-jalan, aku selalu memungut pernak-pernik kecil yang kutemukan di tanah. Aku selalu ditegur (karena katanya “kotor”) atau ditertawai (karena katanya “ga ada kerjaan”). Tapi ada berbagai hal unik, bahkan kadang berguna, yang bisa kutemukan.

Waktu SD aku pernah menemukan paper clip berbentuk apel di dekat balado, yang sampai sekarang masih kumiliki. Di gang tembusan dari Jl. Lembong ke Braga, aku menemukan sebuah lempengan logam kecil berbentuk bendera Inggris. Di rel kereta di Stasiun Kiaracondong, aku menemukan seekor kelinci plastik berwarna emas, dengan pita merah muda bertengger di telinganya. Semua pernak-pernik ini kusimpan di dalam sebuah kotak khusus. Memang tampak remeh, memang tak pernah kugunakan, tapi kalau aku melihat-lihat isi kotak itu, aku bisa mengingat dari mana aku mendapatkan tiap-tiap benda kecil itu. Aku bisa mengenang apa saja yang terjadi, apa yang kurasakan dalam momen itu.

Aku menjadi lebih antusias jalan kaki sejak aku memulai koleksi ini. Tadinya aku hanya mengumpulkan barang-barang logam, karena aku senang melihat tumpukan pernak-pernik logam. Tapi lama-lama koleksiku bertambah. Tiap sore, aku mengosongkan saku celanaku. Uang, bon, karet, berjatuhan keluar. Yang paling kutunggu-tunggu: pernak-pernik penemuan hari itu. Kotaknya semakin lama semakin penuh, perlu diganti jadi kotak yang lebih besar. Kusimpan di kamarku, dalam sebuah pojokan, perlahan berdebu, sampai kutemukan pernak-pernik baru.

Kenapa aku masih menyimpan koleksi itu? Barang-barang kecil yang tak selalu berguna. Kurasa aku seperti burung gagak, yang melihat sesuatu yang mengkilap di tanah lalu menyimpannya sebagai dekorasi di sarangnya.

Mengamati tanah, mencari sesuatu yang berkelip di bawah matahari, sudah menjadi kebiasaan bagiku. Nyatanya, ada banyak fungsinya: koleksi kelerengku nyaris berlipat ganda berkat kelereng yang kutemukan di jalan, sejak bertahun-tahun. Aku juga pernah kehilangan gelang. Bertahun-tahun kemudian, aku menemukannya terkubur di bawah pasir, masih dengan kondisi yang bagus. Tapi, lebih dari itu semua, lama-kelamaan aku menemukan kebahagiaan dalam kebiasaan ini.