AES 586 Daydreaming
joefelus
Friday December 30 2022, 1:13 AM
AES 586 Daydreaming

Cafe di dalam toko buku yang saya kunjungi sangat sepi. Hanya ada 2 meja, termasuk yang saya duduki yang tersisi, sisanya kosong, bahkan counter kedai kopi ini somehow terlihat telanjang. Biasanya ada buku yng ditumpuk sebagai bentuk promosi, etalase kue-kue juga terlihat agak kosong, hanya ada beberapa jenis cheesecake, cookies dan brownies di situ. Untung masih ada spinach feta soft pretzel kegemaran saya, sehingga saya cukup bahagia.

Pretzels, ini salah satu hal yang ingin saya bisa buat sendiri. Itu yang ada dalam daftar lamunan saya. Tapi sebelum sampai pada bagian melamun, saya ingin ngobrol soal pretzels. Pretzels ada dua macam, yang keras dan yang empuk. Yang keras jadi seperti "kue kering" dan memang benar-benar keras biasanya rasanya hanya asin. Ini kadang saya suka, tergantung merk-nya. Yang menjadi kegemaran saya sebetulnya soft pretzels. Ini seperti roti yang kenyal dan dibentuk seperti pita. Bentuk pretzels memang unik dan sudah menjadi bagian dari pop culture jaman sekarang. Jika tidak kenal pretzels, maka itu artinya kurang gaul! Hahahaha...

Pretzel katanya berasal dari Jerman. Semacam roti yang hanya butuh 6 bahan baku yaitu ragi, air, garam, mentega, sedikit gula dan tepung terigu. Jadi bisa dibayangkan bahwa itu seperti roti biasa, tapi mempunyai tekstur yang unik karena kekenyalannya, serta warnanya yang jauh lebih gelap jika dibandingkan dengan roti biasa.

Secara teori membuat pretzels itu tidak sulit. Teori loh ya, praktiknya sih ceritanya lain lagi. Pada dasarnya seperti roti-roti lain, membuat adonan yang mengandung ragi, dibiarkan berkembang sebelum kemudian dibentuk. Membentuknya ya diuleni dibuat seperti tambang (tadinya mau bilang cacing tapi sepertinya cacing terlalu kecil dan tidak menarik jika istilahnya digunakan untuk makanan hahaha). Sesudah dibentuk seperti tambang lalu dibuat seperti pita dan dibiarkan lagi sebentar agar mengembang. Lalu tahap berikutnya yang menarik, yaitu direbus di air yang mengandung baking soda selama beberapa detik sebelum kemudian dipanggang. Merebus dengan baking soda ini yang menjadi kekhasan pretzel yaitu tekstur yang kenyal dan warna yang gelap!

Pretzel tradisional hanya diberi garam kasar jadi rasanya asin. Sangat disukai oleh mereka yang mencintai beer karena rasa asin dari pretzel membuat orang ingin lebih banyak minum bir hahaha..Tapi jaman sekarang soft pretzel mempunyai lebih banyak variasi, bisa diisi bayam dan keju feta yang merupakan kegemaran saya, bisa diberi rempah-rempah dan keju parmesan, rasa bawang putih, berbagai jenis keju dan sebagainya. Kemarin di Kriskindle Market saya beli pretzel dari pedagang yang berdarah Jerman, jadi memang sangat otentik dan saya sengaja memesan saos keju untuk dipping sauce. Saos kejunya sangat mahal karena hanya dimangkuk plastik super kecil dan saya harus merogoh kantung untuk saos itu sebesar $3, super mahal. Tapi ini adalah pretzel terenak yang pernah saya rasakan. Ini bisa saya masukkan ke sederet daftar makanan yang membuat saya mencucurkan air mata hahahaha..

Nah gara-gara pretzel yang saya nikmati pagi ini di sebuah cafe di toko buku, lamunan yang sudah lama saya abaikan muncul kembali. Mungkin tidak lama lagi saya akan mulai memasuki masa istirahat. Di tempat kerja saja saya banyak ditanya apakah akan mencoba keberuntungan saya untuk bekerja di posisi lain yang lebih baik dan gajinya lebih besar, saya terus terang tidak lagi tertarik untuk mengejar karir. Justru yang ingin saya lakukan di masa datang adalah mempelajari skill yang baru. Saya sudah tidak punya ambisi untuk berada di puncak prestasi di pekerjaan. Itu sudah saya tinggalkan, yang saya inginkan justru kenyamanan, kebahagiaan dalam menjalani pekerjaan yang saya lakukan, suasana kerja yang ideal, team yang menyenangkan serta teman-teman kerja yang seru. Selebih itu saya tidak ada lagi ambisi. Saya hanya ingin menikmati hidup. Itu saja.

Nah, lalu apa lamunan saya di masa istirahat? Menjalani hobby saya di dapur! Belajar banyak hal baru berkaitan dengan makanan. Salah satunya pretzel ini! Kemarin saya juga mulai mempelajari hal baru, membuat kopi!

Ceritanya begini, salah seorang sahabat saya baru saja membeli espresso machine. Lalu saya bilang ke dia jika saya boleh belajar menggunakannya. Tentu saja sahabat saya ini senang sekali jika saya mau berkunjung. Dia punya peralatan masak yang lengkap dan mayoritas peralatan itu saya yang pertama kali menggunakannya hahaha.. Nah jadi kemarin hampir sepanjang siang hingga menjelang sore saya belajar membuat kopi. Belum bisa berhasil dengan baik, tapi saya mulai mendekati ke arah sana. Mempelajari hal-hal baru memang membuat saya sangat bersemangat.

Jadi itu lamunan, fantasi atau pikiran tentang yang ingin saya lakukan di masa istirahat nanti. Membuat roti seperti pretzels, bagels, focaccia, berbagai jenis dinner rolls, membuat kopi, dan berkreasi di dapur. Hanya saja hobby ini lumayan mahal karena bahan bakunya tidak dapat didaur ulang dan dibuat hal-hal yang baru. Maksudnya kalau sudah dimasak ya dimakan lalu untuk membuat lagi ya harus menyediakan bahan baku lagi. Nah sampai di sini saya tentunya harus punya rencana lain yang bisa mendukung saya dalam menjalani hobby ini. Hmm... Jadi panjang deh lamunannya! Hahahaha

Foto credit: www.alphafoodie.com