AES067 - Dekonstruksi Etika Mengetik
Ara Djati
Friday October 25 2024, 8:20 PM
AES067 - Dekonstruksi Etika Mengetik

Selaku generasi yang menghabiskan waktunya di media sosial, tentu saja, generasiku telah menyusun dengan sendirinya etika dalam mengetik (texting, WA-an, dst.; untuk seterusnya akan disebut sebagai mengetik). Budaya ini adalah sesuatu yang bisa begitu menarik dikupas dan ditelaah. Penggunaan kata, huruf besar atau kecil, emoji, tanda baca, pengejaan… Semua ini bisa dikomposisi dengan begitu lihai sehingga menimbulkan kesan tertentu. Kami bisa menerka begitu banyak tentang latar belakang seseorang, hanya dari caranya mengetik. Kami juga bisa mengubah-ubah cara mengetik tergantung siapa yang dituju, untuk konteks apa.

Tapi, kenapa etika ini bisa muncul? Jawabannya sederhana: bahasa tubuh dan intonasi adalah aspek yang besar dalam komunikasi manusia. Ketika sedang mengetik, hal itu hilang. Maka, kita membutuhkan sesuatu untuk membantu kita memahami apa yang ingin disampaikan lewat media tulisan. Orang-orang Yunani membuat tanda baca. Lalu, jauh kemudian, ada yang membuat emoji. Generasiku membuktikan bahwa hal-hal ini bisa jauh lebih fluktuatif tapi tertata, kompleks dan bernuansa.

Pada dasarnya, ada tiga tipe yang kemudian bisa bercabang-cabang atau bergabung.

Tipe 1:

  • org yang pake huruf kecill, banyak huruf tambahann
  • tapijarang tanda baca
  • kata” kadang digabunggabung
  • emojinya yg estetik” gitu
  • klo bikin kata berulang kaya laba” ituu pake “ bukan 2

 > ramah, informal, (ingin terlihat) spontan dan tidak terstruktur, ingin blend in, antara jujur atau manipulatif

Tipe 2:

  • YANG SUKA PAKE HURUF BESAR!!
  • banyak tanda baca??,,kadang gga sesuai
  • SUKA ADA EMOJI dipakenya tapiii sarkas atauyaa yg random aja

> (ingin terlihat) spontan, sudah “dekat”, ekspresif, ingin terlihat beda

Tipe 3:

  • Pake PUEBI dan tanda baca yg sesuai
  • Bahasa yg lumayan baku.
  • Pake emoji yang sesuai dengan seharusnya digunakan

> antara tua, ingin sok-sok sistematis, ingin terlihat sopan, memang sopan

Kalau diperhatikan, banyak sekali kata-kata “ingin terlihat” di penjabaran tadi. Memang, cara kita mengetik adalah cara kita mempresentasikan diri kepada orang. Apalagi untuk first impression. Yang menjadi sulit adalah, misalnya, kalau kita pertama kali mengontak seseorang tanpa tahu dia masuk ke dalam kategori yang mana. Apakah dia akan tahu aku sedang sarkas kalau pakai emoji tertentu? Apakah dia akan menganggapku garing? Apakah aku terkesan terlalu ramah, terlalu informal? Pertimbangannya jadi banyak. Belum lagi, ini tergantung sudut internet mana kita berada, siapa lingkaran sosial kita, bahasa apa yang kita gunakan. Ini pun hanya opini dan analisisku pribadi. Etika mengetik adalah topik yang luas dan bisa didalami, tapi juga sangat individualistik.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Menarik !☝🏼😃