Bolpen. Apa yang terbayang dari kata ini jelas berbeda dalam benak semua dan setiap orang. Kalaupun ada yang bayangannya sama, itu kan bayangannya saja sedangkan atensinya berbeda.
Bolpen. Pada yang bayangannya sama dan atensinya berbeda, bisa jadi satu fokus ke ujungnya dan satu lagi fokus ke tutup ujungnya. Satu yang lain fokus ke posisi perletakan bayangan bolpen yang sama itu. Jadinya beda.
Bolpen. Daripada sibuk menyamakan atensi lebih bijak untuk menyamakan orientasi. Bolpen, untuk menulis permanen. Bukan ball dan pen, ini udah beda lagi orientasinya. Bolpen! Nulis. Permanen.
Bolpen. Siapkan untuk menulis di kertas. Kalau salah coret saja satu dua kali, tidak usah dihapus dan tidak usah dicoret timpa sampai hampir sobek kertas itu. Dengan bolpen, tuliskan di kertas, "Bolpen."