Aku banyak sekali membaca tulisan yang kira-kira sama: membuat hal-hal kecil dalam hidup menjadi hal yang besar, mencantelkan makna pada sesuatu yang normal, metafora yang mewah dan megah. Jenis tulisan seperti ini ada di mana-mana. Aku bisa melihat kenapa hal ini sering dilakukan – membantu kita mengapresiasi hal-hal kecil, membuat kita berrefleksi, mendorong kita untuk lebih menghargai yang di sekitar kita. Tapi juga, kalau terus-terusan, semua ini jadi aneh dan mengganggu. Semua perbandingan dan persepsi ini terasa terlalu dipaksakan, terlalu dibuat-buat untuk membuat penulis terlihat keren atau mendistraksi pembaca. Atau, mungkin, dibuat dengan alasan yang lebih tulus. Tapi tetap, saja tujuan awalnya tak tercapai. Agak sulit dijelaskan, tapi kira-kira:
Bisa saja kita membayangkan sebuah lubang dalam karung kentang sebagai portal pertama ke arah cahaya, setelah hidup gelap kentang di bawah tanah dan di dalam karung. Sesuatu yang begitu dramatis. Kita jadi melihat kisah epik di balik lubang kecil/ Masalahnya, ini terasa counterintuitive.
Tujuannya, biasanya, adalah agar hal kecil terlihat indah. Tapi bagaimana caranya? Dengan membuat hal kecil seolah besar. Bukankah itu malah akan menanggalkan makna kecil, normal, sederhananya? Sesuatu yang kecil tidak harus menjadi besar untuk menjadi indah. Lubang di karung kentang itu hanyalah lubang di karung kentang. Dia bisa hidup sebagai dirinya sendiri, tanpa perlu didefinisikan ulang, tanpa harus menerima metafora yang dijahitkan paksa kepadanya.
Bukan berarti aku tidak suka mengarang cerita untuk hal-hal sehari-hari. Aku melihat bekas serutan pensil sebagai kipas, atau daun yang robek sebagai veteran perang. Aku menikmati bermain-main dengan ini. Duniaku jadi lebih berwarna. Tapi ada juga saat-saat di mana aku melihat matahari dan menghargainya dengan penuh sebagai sinar matahari. Bagiku, perlu ada keseimbangan. Aku perlu melihat hal-hal sebagai diri mereka nyatanya. Dengan begitu, aku bisa menikmati dan mensyukuri secara penuh dan menyeluruh. Aku ingin mencoba lebih banyak seperti itu: membiarkan yang sederhana tetap jadi sederhana.