"How Sweet The Sound"
Lantunan lirik dari sepenggal lagu itu selalu bergema di hati saya sepanjang perjalanan musik sore hari ini. Ini memang kali pertama saya mengikuti musik sore, tak ada gambaran seperti apa yang akan muncul. Satu yang saya tahu, Teman-teman Bekel akan bernyanyi bersama mengisi musik sore ini. Lantas semua perhatian saya terpikat dengan senyum manis dan langkah riang mereka yang hadir untuk bernyanyi. Ungkapan dan gerakan mereka yang tak terduga kerap kali mengundang tawa. Namun ada hal yang menarik setelah teman-teman selesai bernyanyi. "Musik sore bukan prihal siapa yang akan tampil!" ungkap saya dalam hati.
Bagaimana tidak, sesaat setelah teman-teman bernyanyi. Mereka memakan makanan ringan yang dibawakan oleh temannya, berbagi keceriaan lewat foto, hingga berpamitan. "Kak terima kasih sudah mau main-main sama aku, I Love you!" tutur seorang teman kecil yang kemudian memeluk saya. Hati siapa yang tak ikut bergetar mendengar lantunan merdua dari seorang gadis kecil bermata bulat dan bersinar ini? Tangis siapa yang tak akan pecah, saat akhirnya kami bisa saling berpelukan?
"How sweet the sound!" kalimat itu kembali bergema dalam hati. Ini bukan prihal lagu yang dibawakan ataupun musik yang kami dengarkan. Namun lebih dari itu. Ada nada-nada indah yang mengalir deras dalam setiap pelukan, ada lantunan-lantunan doa dalam setiap pertemuan dan senyuman. Benar saja, musik sore ternyata bukan hanya musik sore, dimana kita menyaksikan penampilan-penampilan mengagumkan dari teman-teman di sore hari, sembari merayakan dan menutup kegiatan tahunan. Tapi jauh dari itu. "How Sweet The Sound!"
Suara indah tak hanya terdengar dari musik yang didengarkan, dari lagu-lagu yang dibawakan, ataupun dari tarian-tarian yang ditampilkan. Suara indah terdengar nyaring dalam setiap kata bahkan kalimat sapa. Suara indah terdengar dari setiap sorot mata yang saling mendekap. Suara indah terdengar jelas dalam setiap pelukan. Suara indah terdengar dari gema haru yang hadir. Suara indah terdengar merdu di setiap lantunan doa dalam jiwa. Suara indah terpancar jelas dalam setiap hati yang mengucap syukur, untuk kesempatan hari ini. Suara merdu terasa nyata, kali ini tak hanya untuk didengar.
Suara merdu hadir saat duduk memerhatikan setiap perpindahan yang ada.
Suara merdu hadir saat duduk menyaksikan keindahan dalam pelukan.
Suara merdu hadir saat duduk menikmati setiap haru.
Suara merdu hadir saat diingatkan bahwa perpisahan hanyalah persimpangan, dimana setiap orang bebas menentukan kembali langkahnya
Suara merdu hadir saat diingatkan bahwa rumah sejatinya akan selalu ada untuk pulang
Suara merdu hadir saat diingatkan betapa istimewanya setiap kesempatan yang hadir saat ini.
Suara merdu terangkai menjadi ingatan yang tak hanya dinikmati oleh telinga.
"How sweet the sound" kembali terdengar sembari mengucap syukur untuk segala hal.
Dalam segala kehangatan malam ini, suara merdu bersama nada-nada indah kembali dilantunkan. Semoga sore yang selalu menenangkan menjadi nyanyian merdu untuk setiap hati yang merindu. Musik Sore!
Wow, Indah sekali narasinya! Terima kasih sudah berbagi. Saya sempat melihat sejenak dalam perjalanan meninggalkan rumah menuju pekerjaan tadi pagi. Ternyata dibalik keseruan ada cerita-cerita yang sangat menyentuh!
Dengan senang hati Pak Jo, semoga tersampaikan juga rasa yang saling memeluknya, ya, Pak. Peluk hangat dari Semipalar 🙏😊
Terima kasih kak Yanti untuk catatannya yang sangat manis untuk kita semua. Semoga jadi kenangan yang indah ya kak. 🙏🏼
Dengan senang hati, Kak 😊
Terima kasih juga Kak Andy 🌱