AES 752 Perfection
joefelus
Thursday June 15 2023, 3:17 AM
AES 752 Perfection

Mendiang Bob Marley, pemusik dan penyanyi asal Jamaica pernah ditanya," Apakah ada seorang wanita yang sempurna?" Lalu apa jawabnya? Dia berkata," Siapa yang peduli tentang kesempurnaan? Bahkan bulan pun tidak sempurna, penuh dengan craters. Samudra tampak sangat indah tapi asin dan gelap di kedalaman. Langit memang tidak terbatas, tapi sering tertutup awan. Jadi Segala sesuatu yang indah itu tidak sempurna, tapi spesial."

Saya tidak akan berbicara tentang wanita dalam esai ini. Jadi jangan kecewa hahaha. Saya ingin melenceng sedikit dari maksud jawaban Bob Marley karena saya merasa bahwa jawabannya itu bisa cocok juga jika dikaitkan dengan kehidupan. Siapa sih yang memiliki kehidupan yang sempurna? Saya yakin tidak ada. Saya juga yakin bahwa kebanyakan orang akan berkata,"Kita akan menjadi sempurna ketika kehidupan meninggalkan kita." Hmm.. apakah begitu? Kita tidak tahu. Mungkin saja betul tapi bisa jadi sesudah kehidupan justru tidak ada apa-apa. Tinggal bagaimana kita bereaksi dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Bagi saya, jika dalam menjalani kehidupan saja masih terus membingungkan, tentunya ada sesuatu sesudah kehidupan. Bayangkan saja jika dalam kehidupan ini masih banyak hal yang belum terjawab, belum selesai, bahkan ada kemungkinan banyak yang belum menemukan tujuan dari hidup sebelum meninggal, lalu apakah selesai begitu saja? Jika selesai, betapa sia-sianya kehidupan itu. Ya, itu hanya sekedar bermain dengan logika. Dari situ, saya yakin sekali bahwa kehidupan ini hanya sebuah perhentian untuk sebuah tujuan yang jauh lebih besar. Semoga saja opini saya ini betul.

Dalam hidup seringkali kita dihadapkan pada kekecewaan. Apakah kekecewaan itu? Kekecewaan terjadi biasanya karena ekspektasi kita tidak terjawab. Ada yang berkata bahwa Ekspektasi adalah akar dari sakit hati! Nah ungkapan itu menjelaskan apa yang kita alami ketika menghadapi kekecewaan, harapan dan keinginan kita jauh dari jangkauan. Kita sering merasa begitu dari waktu ke waktu. Beberapa dari kekecewaan yang kita alami tidak akan mengubah situasi, tidak akan membuat perbedaan, namun jangan salah, kekecewaan bisa mengubah jalan hidup kita!

Jika kita mempertimbangkan sifat dari keinginan atau harapan, tidak ada satupun pengalaman dalam hidup yang terbebas dari kekecewaan. Tidak ada jaminan bahwa kita bisa terlepas dari kekecewaan, nah itu yang menyebabkan kekecewaan menjadi begitu membingungkan dan kompleks. Banyak keinginan yang kita kejar tanpa menyadarinya. Sederhana saja, ketika kita mengemudi ke tempat kerja, tanpa sadar sebetulnya kita selalu ingin mendapat lampu hijau di persimpangan, nah rasa kecewa timbul tiba-tiba ketika kita tiba-tiba terjebak lampu merah.

Kekecewaan juga katanya bisa paradoksal, entah apakah istilah bahasa Indonesia yang saya ambil ini cocok. Misalnya Sigmund Freud pernah menulis esai tentang beberapa karakter dan type manusia yang dihubungkan dengan psikoanalitik. Beliau menelusuri paradoks manusia yang "hancur karena kesuksesan". Tanpa sadar mereka ini percaya bahwa kesuksesan mereka merupakan sesuatu yang tidak dapat dibenarkan, tidak benar-benar karena hasil usaha keras yang dibangun dari dasar, lalu mereka tidak mampu merasakan kepuasan. Atau dengan kata lain mereka mencapai kesuksesan walau pada dasarnya mereka tidak merasa berhak menikmatinya. Atau apakah kita pernah sesekali bertanya pada diri sendiri ketika sedang berada dalam kondisi baik dan menguntungkan: "Hmm.. memangnya kita pernah melakukan kebaikan apa, kok kita bisa menikmati kemudahan seperti ini?" Nah pernah khan? Lalu kita merasa tidak berhak. Atau ada kondisi lain, misalnya ketika kita memang benar-benar berusaha dengan tekun dan keras hingga berhasil, kita merasa memang berhak menikmati hasil kerja keras kita, tapi kemudian walaupun sudah berhasil kita tidak merasakan kebahagiaan yang kita harapkan. Lalu kita mengatakan pada diri sendiri bahwa manusia memang tidak pernah merasa puas. Nah itu mungkin yang saya tangkap dari kondisi paradoksal yang sedang kita diskusikan ini.

Kembali ke masalah kesempurnaan. Jika mempertimbangakn hal-hal yang saya ungkapkan di atas, apakah bisa kesempurnaan itu dicapai? Sepertinya kalau menurut pendapat saya, kesempurnaan tidak menjadi sesuatu hal yang penting lagi. Apa sih keistimewaan dari kesempurnaan? Kalau alam yang sangat indah tetap memiliki sisi yang tidak sempurna, buat apa kita mengejar kesempurnaan? Yang harus kita kejar justru keistimewaan. Kita berhasil karena kita spesial, kita menjalani hidup dengan penuh karena kita adalah mahluk istimewa. Tidak perlu sempurna walau agama mengajarkan itu karena yang kita yakini bahwa manusia adalah citra Penciptanya, tapi yang pasti kita memang spesial, kita itu istimewa. Mencari kesempurnaan hanyalah awal dari kekecewaan. Kekecewaan adalah bagian dari keistimewaan kita karena tanpa ada kekecewaan, hidup kita tidak akan pernah penuh dan istimewa!

Foto credit: melschwartz.com