Hari ini 3 tahun yang lalu saya mulai bergabung dengan AES. Sebuah kegiatan yang bagi saya sangat fenomenal sebab membutuhkan komitmen yang kuat. Mengapa saya menyetujui ketika @kak-andy mengajak saya? Pertama kebetulan karena saya senang menulis, oleh sebab itu saya berkata kepada diri sendiri,"Kenapa tidak dicoba?" Ini merupakan semacam tantangan yang sangat menarik disamping juga merupakan kesempatan yang baik untuk mendokumentasikan semua petualangan dan pengalaman yang saya hadapi. Kebetulan saya sedang dalam sebuah perantauan yang panjang yang mungkin akan sangat menyenangkan jika petualangan-petualangan yang saya alami ini terdokumentasikan. Pasti dikemudian hari, menurut saya, akan sangat menyenangkan untuk dilihat kembali dan akan lebih lengkap daripada hanya sekedar gambar yang tidak dapat sepenuhnya menggambarkan apa yang saya rasakan ketika mengalaminya. Itu yang pertama.
Kedua saya juga menilai bahwa komitmen untuk menulis setiap hari membentuk kebiasaan yang positif. Kalau prinsip keren yang biasa ditampilkan di Smipa:Nyaho can tangtu ngarti, Ngarti can tangtu bisa, Bisa can tangtu tuman,Tuman can tangtu ngajadi, ini sudah dalam tingkat mengejawantahkan yang ketiga. Ini sudah mewujudkan ke usaha membentuk kebiasaan. Semua orang tahu menulis itu bagaimana, semua orang mengerti bagaimana menulis itu dan juga bisa menulis. Tapi apakah sudah bisa menjadi tuman? Nah keren khan?
Setelah menginjak 3 tahun, mungkin saya bisa dan berani mengatakan bahwa menulis bagi saya sudah menjadi kebiasaan. Ada kemungkinan saya tidak akan mampu mencapai tingkatan ngajadi. Well, ngajadi itu itu juga sangat relatif terlebih lagi secara definitif saya masih harus menguraikan sampai taraf dimana kegiatan atau hasil yang dicapai dapat mcncapai taraf ngajadi. Saya tidak mau memikirkan itu sebab itu bukan merupakan alasan yang memicu saya untuk menulis setiap hari. Lebih karena saya senang melakukannya, merasa tertantang dan juga merasa seolah-olah sedang mencatatkan sebuah perjalanan hidup yang saya harap akan menjadi sesuatu yang menarik. Mungkin jika ingin lebih realitis, saya ingin menganggap sudah ngajadi bila suatu waktu nanti saya bisa menulis sebuah memoir walau hanya sebagai konsumsi pribadi. mengapa tidak? Ini sih cita-cita saja, bisa dijadikan salah satu kegiatan ketika nanti sudah tidak produktif lagi.
Hari ini, tepat 3 tahun saya mulai menulis setiap hari, saya berhasil menulis cerita yang ke 1090. Artinya ada kurang lebih 5 hari yang kosong. Saya tahu 2 hari kosong karena saya secara sadar memutuskan itu karena yang pertama kalau tidak salah kelelahan, dan yang kedua yaitu 2 hari yang lalu saya tidak sehat. 3 hari yang lain terjadi karena saya teledor dalam urusan perbedaan waktu Indonesia dan tempat saya berada saat itu. Menurut saya 5 hari itu bisa dimaafkan karena jika dihitung, kegagalan itu kurang dari 1/2 persen saja, tidak sampai 1 persen. Jadi sangat kecil.
Beberapa kali saya menulis mengapa saya begitu gigih dalam mempertahankan komitmen yang sudah saya buat. Hahaha.. saya juga tidak tahu, kalau mengulang-ulang yang sudah saya katakan rasanya seperti menyajikan sesuatu yang basi. Sekarang yang saya bisa ungkapkan adalah mungkin karena sudah jadi kebiasaan, sehingga hampir tidak ada perjuangan sama sekali untuk mempertahankannya karena sudah menjadi semacam kegiatan rutin harian seperti mandi atau sikat gigi. Apakah kita terpaksa untuk mandi? Tidak juga. Mungkin karena kita merasa bersih dan segar setelah mandi sehingga merasa baik untuk dilakukan, worth it atau reward-nya setimpal dengan usaha yang dilakukan. Enak bukan sesudah kita membersihkan diri kemudian beristirahat di tempat tidur daripada berbaring dan merasa tubuh kita kotor dan tidak segar? Nah mungkin itu yang bisa saya ibaratkan dengan kegiatan menulis saya walaupun memang tidak tepat benar. Yang jelas jika saya tidak mandi saya merasa tidak enak, demikian juga jika tidak menulis. Dalam keadaan sakit dan memutuskan tidak menulis pun saya merasakan semacam penyesalan dan ketidak senangan hahaha.. Ya begitulah kalau sudah jadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ketika tidak dilakukan ada semacam ganjalan dan merasa hari yang saya lalui tidak sempurna. Nah ini hanya sekedar berbagi cerita saja.
Foto credit: oviahealth.com