AES055 - 'Otot' Musik
Ara Djati
Wednesday October 9 2024, 8:21 PM
AES055 - 'Otot' Musik

Aku sudah belajar musik sejak lama, tapi tidak pernah benar-benar menekuni dan menikmati sebanyak yang seharusnya. Tahun-tahun terakhir ini aku jadi tertarik bermain gitar, lalu meng-compose musik dengan gitar. Tapi aku mudah sekali kehilangan motivasi kalau tidak ada target yang riil. Lama-kelamaan, piano terasa canggung di bawah jariku, senar gitar terasa terbatas dan tidak fleksibel, alat musik ditinggal berdebu di pojok ruangan.

Waktu itu aku diminta menulis lagu untuk open house tempat les Prancisku, dan aku jadi “harus” menulis lagu. Aku mencoba bereksperimen dengan gitar, dengan tuning yang berbeda, dengan aransemen yang berbeda. Aku mencari inspirasi dari berbagai pemain gitar di internet, terutama yang style-nya sedikit berbeda. Setelah menulis lagu itu, aku jadi mampu lebih fleksibel dalam mengeksplorasi gitar. Belajar chord gitar sangatlah membantu, tapi aku juga jadi belajar untuk membuat chord yang tidak tradisional, atau hanya memakai chord sebagai kerangka dasar dari melodi yang lebih kompleks.

Lalu, dengan proyek kelompok kami, drama musikal, aku jadi lebih tertantang untuk menulis musik secara rutin. Dulu, sebelum aku belajar chord, menulis musik terasa lebih sulit. Kini, aku bisa lagi-lagi menggunakan chord sebagai kerangka. Melodi lagu yang sudah kami buat untuk musikal, bisa dengan mudah kucari bassnya dan kemudian kurangkai dan kuberi variasi pada chord yang dimainkan.

Lama-kelamaan, menulis musik jadi terasa makin lama makin mudah. Seperti menulis, memang harus terus dilatih, dijadikan habit. Aku semakin menyadari pentingnya berlatih. Memang kemampuan kita bisa berkembang pesat kalau kita terus rutin melakukan hal-hal ini. Katanya, otak manusia itu seperti otot, harus terus dilatih agar lancar melakukan berbagai hal.

You May Also Like