Sudah dua tahun lewat saya menulis setiap hari. Lucunya, hmm.. apakah tepat jika dikatakan lucu, tidak juga menurut saya, mungkin lebih tepat kerennya, bukan lucunya, yaitu saya sama sekali tidak punya keinginan untuk berhenti. Kadang memang terpikir sebab sepertinya seringkali isinya tidak menarik, tapi saya terus menulis. Seperti saya katakan tadi, tidak ingin berhenti.
Masalah utama yang saya alami kebanyakan tidak mempunyai ide, dan yang kedua saya berusaha menulis ketika sedang merasa sangat lelah. Seperti hari ini, malam ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 9:12 malam, tubuh saya begitu penat, lelah dan sakit-sakit karena sepulang kerja tadi saya bersama teman-teman pergi ke gym. Tiba di rumah sesudah mandi dan makan malam, yang saya inginkan hanyalah beristirahat.
Memikirkan masih punya hutang menulis, saya merasa seperti ada ganjalan. Saya tahu masih punya banyak waktu, bisa meneruskan menulis di tempat kerja, tapi bagaimana jika tiba-tiba nanti saya begitu sibuk dan kehilangan kesempatan untuk menulis? Saya tidak akan merasa senang jika nanti bolong. Nah jadi ya malam ini saya akan berusaha menulis hingga tuntas walau menghadapi 2 rintangan utama yaitu tidak punya ide dan tubuh sudah sangat lelah.
Satu hal yang paling saya khawatirkan adalah jika saya "give in" dan menyerah untuk tidak menulis, lalu akan ada kemungkinan nanti mulai bargaining seperti misalnya, menulis tiap hari diubah menjadi dua hari sekali, maka ada kemungkinan nanti akan terus mulur.. dari 2 hari sekali menjadi 3 hari sekali, lalu seminggu sekali, sebulan sekali, kemudian berhenti sama sekali! Itu saya alami di kegiatan klub membaca yang saya ikuti.
Kegiatan membaca ini menang sudah saya jalani hampir 7 tahun lamanya, hanya saja setahun terakhir saya benar-benar tidak mengikuti, saya absen dulu. Dan sesudah itu sulit sekali untuk memulai kembali. Nah saya tidak mau itu terjadi pada kegiatan menulis ini. Menulis menjadi semacam hobby saya yang paling penting dan sudah saya lakukan sekian lama. Saya tidak mau give in karena risikonya sangat besar.
Mengapa saya tidak mau begitu saja menyerah walau banyak kondisi yang sebetulnya sangat menggoda untuk "beristirahat". Ya itu tadi, menulis menjadi kegiatan penting saya setiap hari. Dengan menulis saya dipaksa berpikir, merenung dan merefleksikan pengalaman sehari-hari saya. Saya sering katakan jika pengalaman itu tidak saya dokumentasikan maka akan hilang begitu saja. Sayang bukan? Karena jika tidak hilang dan saya bisa membaca ulang maka saya akan jauh lebih menghargai hidup, saya akan jauh lebih mudah bersyukur, saya akan lebih mudah belajar dari pengalaman masa lalu. Tanpa ingat yang pernah saya lakukan, maka tidak akan bisa mempelajarinya. Nah menulis itu sangat penting jadinya. Jadi sekali lagi I will never give in! Akan terus mencoba dan entah hingga kapan, apapun kondisinya.
foto credit: computing.ece.vt.edu