Badai datang, angin kencang disertai dengan hujan deras mengguyur seuruh pelosok. Rumah tua dengan atap banyak yang berlubang tentu saja mengakibatkan bocor di mana-mana. Anak-anak langsung mengambil panci, ember dan lain-lain untuk menampung tetesan air dari langit-langit rumah.
Di atas tadi adalah sebuah ilustrasi dari sebuah film yang sudah sekian kali saya tonton dan sekaligus mengingatkan saya pada masa kecil. Ya rumah kami di kampung, di loteng dengan atap yang banyak berlubang mengakibatkan bocor di mana-mana. Itu terjadi setiap kali hujan besar selama bertahun-tahun. Butuh biaya sangat besar untuk mengganti semua genting yang sudah lapuk karena memang ini bangunan jaman Belanda, dan loteng tempat kami tinggal itu sebetulnya tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Temboknya saja sudah memperlihatkan batu-bata, jangankan cat bahkan lapisan plesternya sudah hilang. Saya selalu menganggap itu sebagai desain terakota hahaha... Ya kondisi itu sangat memelas jika dipikir-pikir, dan saya tinggal di sana selama belasan tahun. Orang tua akhirnya pindah ke rumah yang jauh lebih layak sesudah saya pindah kota. Lucunya pertama kali saya mudik, saya tidak tahu di mana orang tua saya tinggal hingga ditunjukkan oleh seorang kenalan hahaha...
Film yang iseng-iseng saya tonton lagi siang tadi memang mengingatkan saya pada jaman kecil. Film itu sebetulnya tidak spesial, terlalu cheesy, bahkan mendapat review biasa-biasa saja. Namun bagi saya, yang tidak terlalu peduli dengan review, film itu mengajarkan sesuatu, yaitu Law of attraction. Sikap positif akan menarik hal-hal yang positif, sikap negatif akan menarik hal-hal yang negatif, seperti magnet yang menarik logam di sekitarnya.
Saya memang sering menulis perenungan dengan tema semacam ini walaupun secara ilmiah law of attraction memang belum banyak terbukti, tapi apa salahnya bersikap positif? seperti misalnya Lao Tzu, seorang filsuf Tiongkok pernah berkata: "Watch your thoughts, they become your words; watch your words, they become your actions; watch your actions, they become your habits; watch your habits, they become your character; watch your character, it becomes your destiny." Kita harus berhati-hati dengan pikiran karena akan menjadi perkataan yang kita ucapkan, ucapan akan menjadi tingkah laku, tingkah laku akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter dan karakter akan menentukan nasib kita! Kalau dipikirkan baik-baik dan kita renungkan, ucapan sang filsuf ini benar sekali.
Jika mengkaji apa yang diucapkan oleh Lao Tzu lalu kita kaitkan dengan mindful way of life, keduanya sangat berkaitan. Kita harus mindful terhadap segala sesuatu yang kita pikirkan, kita katakan, dan yang kita lakukan karena semuanya itu akan menjadi kebiasaan yang kemudian membentuk karakter. Jadi ingat dengan kata-kata yang selalu Kak Andy sebut yang diambil dari ucapan Aki. Lalu jika kemudian kita kaitkan dengan law of attraction, maka sebetulnya itu bisa dijadikan primbon yang bisa kita jadkan pedoman dalam menjalani hidup. Itu yang harus selalu kita ingat dalam keseharian kita. ***