AES 583 Last Christmas
joefelus
Tuesday December 27 2022, 3:55 AM
AES 583 Last Christmas

Ini bukan judul lagunya WHAM yang dirilis tahun 1986 hahaha. Saya cuma mau ngobrol soal Natal terakhir saya (kemungkinan besar) di Fort Collins.

Saya tidak terlalu ingat apa saja yang saya lakukan selama 6 hari natal di Fort Collins. Natal pertama tahun 2016, Kano dan saya baru tiba di Fort Collins beberapa hari sebelumnya. Seingat saya hari itu turun salju, Salju pertama yang turun semenjak kami pindah di Fort Collins. Badai salju sebetulnya turun beberapa saat sebelum Kano dan saya tiba, terlihat dari tingginya salju yang menumpuk di pinggir jalan, seingat saya hampir 1 lutut. Tidak banyak yang saya ingat pada hari itu. Pohon Natal pun tidak punya, saya belum bekerja jadi budget sangat ketat.

Tahun berikutnya 2017 saya harus berada di luar kota. Kami sudah punya pohon Natal karena saya sudah punya penghasilan tetap, sudah bekerja seingat saya sejak di awal-awal bulan tahun iu, dan sudah diangkat sebagai pegawai negeri di bulan Agustus. Saya termasuknya orang yang "gerak cepat" begitu kesempatan muncul. Biasanya orang lain menunggu karena pekerjaan awal di kampus terikat kontrak 9 bulan, lalu sebelum masa kontrak habis, bila ada tawaran untuk jadi pegawai negeri baru dipikirkan akan melamar atau tidak. Saya hanya bekerja 2 bulan lebih dan ada kesempatan muncul langsung saya ambil.

Kami hampir setiap tahun punya pohon natal segar kecuali tahun 2016 itu dan tahun lalu. Kami memilih tidak mempunyai pohon Natal sebab tahun lalu kami ada di Hawaii. Buat apa memiliki pohon natal jika tidak kami nikmati karena kami ada di tempat lain?

Kadang saya berharap Atomic Esai Smipa sudah dimulai sejak 2016 sehingga saya bisa punya domentasi hahaha.. Tak apa, Natal adalah hari spesial bagi saya, walau tidak selalu ingat apa saja yang telah dilakukan, tapi saya tahu bahwa hari-hari itu selalu dilewati dengan hal-hal menarik. Tidak selalu hal-hal yang "wah", tapi biasanya menyenangkan. Seperti hari ini.

Biasa kami bangun pagi sekali karena Kano selalu bangun paling pagi untuk mulai "menyerbu" hadiah. Beberapa tahun terakhir kebiasaan itu menghilang dengan bertambah dewasanya dia. Jujur saja, saya kehilangan momen-momen itu. Sekarang juga masih ada acara bongkar hadiah, tapi tidak seseru jaman Kano kecil. Eniwei, kami bangun ketika matahari sudah muncul lalu bersiap-siap ke gereja. Kami memilih gereja di pusat kota. Seingat saya, belum pernah misa Natal di gereja itu. Liturginya ya sama saja dari tahun ke tahun, saya bahkan sudah hapal. Saya hanya menghindari gereja yang dekat rumah yang biasa kami kunjungi karena makin lama semakin terlalu konservatif bagi kami.

Seusai misa, kami keliling kota. Ini juga baru kami lakukan, karena biasanya gereja yang kami datangi yang sangat dekat dengan rumah, kadang hanya jalan kaki. Kali ini tidak dan saya baru menyadari bahwa kota begitu sepi. Betul-betul sepi, hampir tidak ada toko yang buka, tempat parkir pinggir jalan kosong dan hanya satu atau dua kendaraan di jalan. Kami hanya berniat mencari kopi, akhirnya baru kami temukan di ujung kota bagian selatan. Nina yang hari ini berulang tahun dapat kopi gratis dari kedai ini. Dari sana saya mampir ke kantor karena tanaman di kantor butuh diberi air.


Sesudah parkir di tempat yang sangat amat kosong, saya semakin kagum karena jalanan hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan. Saya bisa tiduran, akhirnya saya sungguh-sungguh tiduran di jalan, dan itu saya benar-benar lakukan, saya tiduran dan difoto hahahaha! Ya kampus bagaikan gedung-gedung kosong berhantu karena saya tidak melihat siapa-siapa, hanya Nina dan saya berdua!

Dari kantor saya ke taman dekat rumah, City Park. Ini juga belum pernah kami lakukan di hari Natal. Karena beberapa hari yang lalu kami dilanda cuaca ekstrim, suhu hingga -38*C, danau yang ada di taman itu beku. Saya bisa berjalan di atasnya. Di salah satu sisi bahkan dijadikan tempat ice skating. Saya melihat beberapa keluarga bermain ice hokey. Danau betul-betul menjadi es, beku. Kami berdua hanya berjalan keliling taman menikmati keindahan. Tidak banyak orang yang ke sana sehingga banyak sisi-sisi taman yang tertutup salju tidak tersentuh. Terlihat sangat indah.


Kami tiba di rumah ketika sudah agak siang. Kano sudah bangun dan duduk di ruang keluarga. Ini kejadian yang langka karena seperti saya ceritakan tadi, biasa dia bangun pagi sekali karena ingin membongkar hadiah, sekarang tidak ada lagi "semangat" semacam itu. Kami tetap bongkar hadiah tapi tidak seseru ketika Kano masih kecil. Ya waktu sudah berubah dan saya harus bisa menerima ini. Mungkin nanti akan kembali lagi jika suatu waktu di masa datang ada lagi anak kecil di rumah. Ya, seperti saya katakan kemarin, Natal dan anak kecil itu paduan yang sangat indah hahaha..


Yang menyenangkan selama 6 hari Natal di sini, suasananya sangat kental bahkan jauh sebelum hari Natal lalu di tambah dengan suasana musim gugur dan musim dingin. Nah itu yang sulit dirasakan jika berada di tanah air. Jika sedang bosan saya bisa pergi ke supermarket atau toko kerajinan tangan, di sana bisa langsung menikmati suasana natal karena seluruh toko menyediakan semua keperluan untuk menyambut Natal. Keren! Ini sekali lagi kemungkinan besar merupakan Natal saya terakhir di sini, jadi ya memang berusaha menikmatinya sebaik mungkin. Untungnya beberapa hari yang lalu turun salju, jadi walau tidak mengalami white Christmas, setidak-tidaknya masih "putih".