AES006 Tukang Tahu  
Mega
Saturday October 23 2021, 12:00 AM
AES006 Tukang Tahu   

Ada dua tukang tahu bersepeda motor yang sering datang menjajakan dagangannya di kompleks rumah kami. Salah satunya seorang bapak paruh baya berusia 50 tahunan. Teriakannya saat menjajakan tahu sangat khas. “Tahu… tahu!!” dengan dua pengulangan pendek.

Ia juga suka menggoda anak-anak yang sedang bersepeda dengan candaannya, “Minggir, minggir, ada sepeda mau lewat!” Anak-anak tentu memprotes, mengatakan yang dikendarai si bapak adalah motor dan bukan sepeda. Lalu ia akan menanggapi mereka dengan tawanya.

Kira-kira beberapa bulan setelah pandemi, bapak tukang tahu itu berjualan ke kompleks kami bersama anaknya, seorang pemuda 20 tahunan, yang mengendarai motor juga. Dagangannya pun bertambah jenisnya. Tidak hanya tahu, tempe, dan berbagai jenis kerupuk, tetapi juga ulen, pindang bandeng, dan lain-lain.

Dulu aku tidak terlalu ngeh dengan jadwal kedatangan si bapak karena seringnya ia datang saat aku sedang menjemput si bungsu. Tapi, sejak pandemi dan di rumah terus, aku menyadari kalau tukang tahu ini datang dua hari sekali; selang-seling dengan jadwalnya berjualan di Buahbatu. Jadi, kalau minggu ini ia berjualan di kompleks kami pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, maka minggu depan ia akan datang pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Suatu hari, dua minggu setelah Lebaran tahun ini, aku melihat hanya si pemuda yang datang menjajakan tahu. Waktu kutanyakan ke mana ayahnya, ia menjawab bahwa sang ayah sedang beristirahat di rumah. Selang beberapa hari kemudian, hanya si bapak yang berjualan. Penasaran, saat membeli tahu, aku bertanya tentang si anak. Dan jawaban bapak tukang tahu itu membuatku takjub, “Sekarang gantian, Bu. Hari ini saya ke sini, anak saya ke Buahbatu. Besok saya yang ke Buahbatu, anak saya yang jualan di sini.”  

Rupanya setahun ini ia mendampingi anaknya berjualan, mengajarinya menjajakan tahu, mengenalkannya pada para pelanggan, dan ‘melepas’ si anak saat ia anggap sudah cukup mampu. Sungguh sebuah proses pembelajaran yang hebat dari seorang ayah kepada anaknya!

Meskipun teriakan khas sang ayah tidak bisa direplikasi 100% oleh si anak, tapi aku tahu setiap hari akan selalu tersedia pasokan tahu segar untuk dibeli, hehe…

You May Also Like