Mengetahui tanpa merasionalisasi dan merasakan tanpa meromantisasi, sinkronisitas. Menerima yang diketahui dan menyadari yang terasa, sinkronisasi. Ketidak tahuan dan kebelum rasaan inilah yang menjadikan kita sinkron.
Ai yang artinya menjalin dan Ki yang artinya napas (spiritus), Do artinya jalan. Kalau jalannya adalah dengan menjalin napas; spirit - mind and heart. Caranya bisa jadi bukan merangkai pengetahuan dan perasaan dari pribadi yang berbeda itu, apalagi dengan menyamakannya.
Katanya sinkron itu selaras, berarti tidak perlu sama. Maka tertipu lah yang menyamakan pemikiran dan perasaan, melenceng dari tujuan kesinkronan. Energi habis oleh sibuk menyamakan yang berbeda, bukanya digunakan menjalin yang sudah sama. Yaitu ketidak tahuan dan kebelum terasaan, kekosongan masing-masing.
Bayangkan, dengan pengetahuan dan perasaan masing-masing yang berbeda. Kita merangkai kekosongan yang sama, yang kosong ya kosong. Kepala yang penuh dan tangan yang jenuh, bisa sinkron dengan hati yang kosong (terbuka, tiada, suwung, void, spirit). Yah memang sih ini, bayangan.