Saya memilih membuat pompa air sederhana karena saya ingin membuat sesuatu yang lebih berguna untuk keseharian. Pompa air ini bisa digunakan di suatu sungai ataupun di suatu kolam air, di pompa sederhana ini memiliki keunggulan yaitu bisa dibuat dari bahan bekas dan praktis.
Agar pompa air ini bisa berjalan dengan mulus ada beberapa hal yang harus yang harus diperhatikan seperti gaya gaya yang akan dipakai pada pompa air ini.
Contoh gaya:
-gaya tarik
-gaya angkat
-gaya putar
Masing masing gaya memiliki fungsinya tersendiri seperti
Gaya putar: seseorang yang memutar tuas di dekat katrol
Gaya angkat: gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat air ke permukaan
Gaya tarik: gaya dang di dapat dari putaran tuas yang menarik tali dengan bola tenis
Sasaran dan Tujuan Proyek:
Sasaran proyek ini yaitu mengembangkan dan mencoba minat baru, selain mengembangkan minat baru aku bisa membantu orang yang membutuhkan air tapi tidak bisa memakai pompa air listrik.
Tujuan proyek ini yaitu bisa membantu orang orang yang bekerja sebagai petani dan memberi edukasi kepada anak anak kecil yang mungkin suatu saat bisa membuat rope pump ini sendiri
Proyek ini bernama rope pump, rope pump ini adalah suatu pompa air yang menarik air dari sumbernya ke atas dan bisa di salurkan kemana-mana. Pompa ini bisa berguna untuk petani, pekebun, dan untuk tempat wudhu di kampung kampung.
Ukuran rope pump:
Tinggi: 200 cm
Lebar: 100 cm
Rope pump ini terbuat dari besi,pipa, bola tenis, katrol, tali
Cara membuatnya pun mudah. Pertama-tama, kita buat dulu kerangka dasarnya seperti apa lalu kita pasangkan katrol pada atas rangka. Setelah itu potong bola tenis menjadi ¼ karena kita tidak perlu satu buah bola tenis, kita hanya butuh ¼ nya. Setelah itu, ikatkan bola tenis dengan tali, lalu masukan kedalam pipa yang nanti akan diikatkan di bawah katrol. Apabila tidak ingin menarik lewat tali, bisa juga sambungkan katrol dengan sebuah pemutar sederhana yang terbuat dari besi.
foto motonng besi
foto ngebentuk rangka
foto bentuk dasar rangka yang sudah jadi
foto memperkuat rangka
foto hasil akhir
evaluasi:
Menurutku dari sisi tujuan dan sasaran hanya sasaran saja yang tercapai karena di bagian tujuan saya belum bisa mencoba di publik, karena proyek ini belum 100% sempurna. Jadi untuk tindak lanjut nya bakal di buat menjadi sempurna.
Jika aku bisa memperbaiki proyek ini agar proses dan hasilnya bisa lebih optimal, aku akan mengatur waktu karena aku masih suka menunda nunda pekerjaan, jadi salah satu alasan proyeknya kurang optimal karena menunda nunda pekerjaan.
Bagiku, proyek ini memberi makna dan pembelajaran bagi diri, yakni kita itu harus sabar dan teliti karena apabila kita tidak sabar saat memotong atau ngebor hasilnya tidak akan seoptimal saat kita sabar, dan apabila kita tidak teliti, misalnya mau nge lem besi apabila tidak teliti bisa saja ngelem di tempat yang salah.
Dari penceritaan proses dan hasil yang telah aku jabarkan di atas, maka aku menilai Proyek Miniku kali ini dengan nilai 8 dari skala 1-10. Alasannya, karena masih ada beberapa hal yang harus dikembangkan dan harus diperbaiki.
Contoh:
Tali: masalah di tali yaitu sambungannya, karena sambungannya tidak rapi dan akhirnya menghambat naiknya bola tenis ke atas pipa
Pipa: masalah di pipa yaitu pipanya tidak mau lurus jadi pipanya bengkok 35 derajat ke arah kiri.