Sudah 3 bulan kami menjalankan program merawat tanaman secara konsisten, masih ingat awal-awal tanamannya beberapa ada yang kering dan terlihat mati sepertinya, pelan-pelan setelah diskusi bersama kawanan Bengawan Solo, kami melakukan restorasi, dengan mengganti tanah dan menambah pupuk, terlebih setelah eksperimen nasi, kami percaya bahwa vibrasi dan enerji adalah nyata, sehingga kami rutin setiap hari selama 5 menit, setelah menyiram kami mendoakan, bercerita (bahkan sampai curhat) ke tanaman, selain itu, kami juga memainkan musik rekorder maupun bernyanyi untuk tanaman. Sejauh ini hasilnya tanaman subur dan bentuknya sangat indah.
Pelan-pelan perasaan kawan-kawan ke tanaman semakin menjadi, mereka memberi nama untuk tanamannya, ada namanya Robut, Aryabell dll. Nanti pembaca boleh cek saja di depan kelas 5, hehe. Bahkan yang membuat saya tertegun, saat ini mereka sedang bertukar tanaman yang diurus, harapannya mereka bisa peduli juga pada tanaman yang diurus kawan. Salah satu kawan, berinisiatif untuk membuatkan tutorial merawat tanamannya berikut saya tuliskan :
Tata cara merawat Robut (tanaman punya Armand, Kinar Jojo):
1.Siram biasa
2.Cipratkan air ke daun
3.Doakan
4. Siram gambar
5. Ajak ngobrol daily
6. Be Gentle, jangan kasarย
Inisiatif ini buat saya semakin mengerti, owh mereka semakin merasa memiliki, mereka jadi punya standar sendiri dalam merawat tanamannya. Semoga hal baik ini merembes terus di keseharian. Nah saat ini, kami juga mulai mencari ruang untuk mengintegrasikan hal ini dengan lingkungan sekolah, salah satunya dengan ikut berpartisipasi untuk merawat loseda (lobang sesa dapur) yang ada di kebun, kemarin mereka juga sudah menyimak penjelasan dari Kak Imam, harapannya loseda itu bisa dipanen pupuknya untuk tanaman kami di depan kelas. Semoga hal ini juga semakin merembeskan rasa cinta terhadap lingkungan.
Saya jadi teringat kutipan pengantar Abah Aat Soeratin dari buku Sejuta Tapak Andaliman karya anak-anak SMP SMIPA, yang mengingatkan pesan dari Abah Iwan Abdurahman : Diajar rasa kudu anu karasa, ulah ngan saukur rarasan (belajar rasa, harus melalui 'pengalaman merasakan' agar tidak jadi sekadar seolah-olah merasakan), semoga menjadi orang yangselalu merasa dengan sebenar-benarnya merasakan.ย
Mantap kak. Hadir juga tulisan kak Asep. Nuhun pisan. Semoga berlanjut kak. Ajak juga kakak2 lain berbagi cerita. ๐๐ผ๐๐๐ผ