"So what do you really eat?" Tanya saya.
"Excuse me? what are you asking me about?" Tanya Joel tidak mengerti.
"I meant do you eat like me or drink blood? You don't age!" Kata saya.
Joel kelihatan bingung lalu saya jelaskan sambil bergurau. "So are you Jacob club or Edwards'?" Tanya saya diakhir. Kami semua tertawa terbahak bahak begitu semua mengerti arah pertanyaan saya.
Saat ini saya memang berada di sebelah utara Seattle, berseberangan dengan Canada tapi dibatasi perairan. Kami berada di bagian tengah dan jika diambil garis lurus ke arah barat, maka akan ada sebuah kota kecil yang bernama Forks lalu lebih ke Barat lagi ada pantai La Push. Itu adalah nama kota dan pantai yang disebut-sebut di film Twilight Saga. Joel sahabat saya ini memang terlihat sama seperti 20 tahun yang lalu, hampir tidak ada perubahan. Oleh sebab itu saya tanya dia makanannya apa, kalau darah berarti dia vampir kalau yang lain berarti dia itu serigala. Persis di cerita Twilight itu Hahahaha...
Kami berangkat dari Seattle pagi hari dan berusaha mengejar kapal Ferry yang akan menyeberangkan kami dari Edmond menuju Kingston. Butuh waktu sekitar setengah jam dari Seattle ke Kingston dan kami sempat kesasar karena ternyata GPS yang kami gunakan menunjukkan ke tempat yang salah. Untung begitu sampai di pelabuhan kami tidak terlambat walau antrian kendaraan yang akan masuk ke Ferry sudah ada 3 jalur. Kami ambil jalur yang ke empat dan masih menunggu agak lama hingga semua kendaraan diperbolehkan masuk ke Ferry. Katanya sih Ferry tersebut dapat mengangkut lebih dari 200 kendaraan. Sesudah masuk, kami keluar dari kendaraan dan naik ke dek atas. Suhu masih sangat dingin dan angin cukup kencang jadi kami tidak tahan berlama-lama di atas.

Sampai di sebrang kami langsung tancap gas sesudah sebelumnya berhenti sebentar untuk membeli kopi. Dan sekitar 1 jam kemudian kami sudah berjumpa dengan sahabat yang sudah 20 tahun tidak berjumpa.
Port Townsend adalah kota kecil di daerah peninsula di Washington State yang hanya berpenduduk sekitar 10,000 jiwa. Kota ini sangat cantik karena penuh dengan bangunan bergaya Victoria poeninggalan bersejarah dari abad ke 19 di mana dulu kota ini dikenal sebagai kota pelabuhan utama. Namun dengan berjalannya waktu mulai ditinggalkan penduduknya dan perekonomian melemah. Baru kemudian di sekitar tahun 1970 penduduk baru mulai berdatangan dan menjadi daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dan juga tempat diadakannya festival perahu kayu tahunan yang mendatangkan puluhan ribu peserta dari seluruh dunia.
Joel, sahabat saya ini adalah orang New York yang jatuh cinta pada perahu. Itu yang membuat dia terdampar di kota cantik ini. Semua gara-gara perahu! Istrinya yang juga sahabat kami sejak kami tinggal di asrama mahasiswa Internasional di Hawaii dulu, berasal dari Filipina. Kami sudah 20 tahun tidak berjumpa. Ini menjadi semacam reuni yang indah.

Perjalanan kami menuju Port Townsend ini sangat menarik karena daerah di Washington State ini memang dikenal sebagai daerah basah dengan curah hujan yang tinggi, jadi memang penuh kabut dan matahari menjadi sangat langka, terutama di musim dingin. Kami harus melalui jalan-jalan yang di sisi kiri dan kanan penuh ditumbuhi pohon cemara yang menjulang tinggi. Ini jenis yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang di Colorado. Jika anda pernah menonton film Twilight Saga tentang Edwards Cullens, Bella dan Jacob yang jadi gurauan saya di awal tulisan ini, pasti bisa membayangkan bagaimana indahnya daerah sini. Nama-nama di daerah sini memang masih penuh dengan nama-nama suku Indian yang menjadi penduduk pribumi di sini. Ya saya sangat beruntung dan berbahagia mendapat kesempatan berada di daerah cantik ini.
Besok katanya cuaca akan cerah dan akan ada sinar matahari. Saya akan berlari pagi sambil menjelajahi pantai, taman dan daerah-daerah di kota ini.***