AES 59 Sisyphus
Mitologi Yunani kuno, pada saat aku masih di SMP aku cukup sering membaca cerita cerita mitologi yunani kuno, selain karena menarik mitologi yunani kuno juga memiliki banyak pesan pesan yang bisa kita ambil. Dulu aku bisa menghafal lebih dari 4 cerita mitologi yunani kuno, namun sekarang tidak. Salah satu cerita yang belakangan ini aku baru dengan adalah Sisyphus
Menurut mitologi Yunani kuno Sisyphus sendiri adalah raja dari kerajaan Efira yang licik, kejam terhadap rakyatnya, dan serakan (tamak). Ia juga sudah berkali-kali ia membangkang dan tidak menaati para dewa, bahkan dosa paling besarnya adalah membocorkan rahasia Dewa Zeus.
Pada akhirnya karena dewa dewa merasa bahwa Sisyphus terlalu kejam untuk disebut manusia karena sifat kejam, dan ketamakannya. Para Dewa mengambil Sisyphus dari dunia dan memasukannya kedalam neraka. Selama di neraka ia tidak hanya tinggal diam, namun ia dikutuk oleh Zeus untuk melakukan sebuah pekerjaan yang berulang-ulang. Dalam tugas tersebut ia dikutuk untuk mengangkat / membawa sebongkah batu besar ke atas bukit. Pada saat ia merasa lega dia berhasil untuk membawa batu tersebut ke atas bukti, tiba - tiba batu besar itu kembali menggelinding ke kaki bukit. Pada akhirnya dia melakukan pekerjaannya terus menerus selamanya.
Namun ternyata setelah aku baca baca lagi, cerita sisyphus ini memiliki 2 versi, di versi kedua nya salah satu versi nya dimana pada saat ia hendak dibawa ke bawah tanah ia mengelabui dewa kematian, sehingga akhirnya tidak ada orang yang mati selama dewa kematian dirantai di istana Sisyphus, sehingga pada akhirnya ares dewa perang merasa bosan karena tidak ada orang yang mati pada saat perang, akhirnya dewa kematian dibebaskan oleh Ares, setelah itu ia pun mengelabui Hades dewa bawah tanah, dia berjanji akan kembali dalam 1 hari namun ternyata ia kabur selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya dewa kematian datang menjemputnya.