Kalender memang penuh angka dan warna tapi lucunya, tak pernah ada hari sial yang ditandai dengan tinta merah. Namun, toh ia tetap ada menyelinap di sela-sela hari biasa seperti hari ini tanggal 9. Dan ya, angka ganjil lagi-lagi jadi biang keladi. Entah kenapa, aku selalu merasa angka ganjil membawa aura something’s wrong.
Kejadian pertama datang dari si abang grab yang aku tumpangi siang ini. Dari wajahnya saja sudah terlihat ia kurang fit, tapi aku tetap naik dengan pikiran “Ah, mungkin cuma capek.” Tapi ternyata instingku meleset, di tengah perjalanan kami hampir saja disundul motor lain karena abang grab ini salah perhitungan saat belok. Rasanya kayak main roller coaster tanpa sabuk pengaman. Syukurlah kami selamat, tapi aku jadi lebih bersyukur doa sepanjang sisa perjalanan.
Belum selesai, kejadian kedua malah bikin aku merasa jadi bintang di acara komedi situasi. Ceritanya aku mengambil makanan untuk diriku sendiri. Eh entah kenapa, aku selalu salah ambil makanan dengan nomor kamar unit 5. Ini sudah kali ketiga aku salah mengambil makanan dengan nomor unit yang salah. Ada rasa malu, tapi ada juga pikiran, “Apa ini tandanya jodoh? Atau kosmik cuma bercanda sama aku?”
Meski sial aku tetap mencoba menertawakan kejadian-kejadian ini. Mungkin ini semesta sedang mengetes kesabaran atau sekadar mengingatkanku bahwa hari-hari sial bisa datang kapan saja, tak peduli tanggal atau angkanya.
Jadi inilah Hari Sialku #1 apakah akan ada #2? Siapa tahu. Tapi kalau iya, semoga setidaknya nanti ada hikmah yang lebih besar dari sekadar hampir tertabrak atau salah ambil makanan. Sementara itu aku hanya bisa tertawa kecil dan melanjutkan hari ini dengan harapan besok semuanya lebih baik atau setidaknya tanggal genap.