Keindahan Green Canyon Pangandaran
Darren Frederick Kwok
Monday September 27 2021, 8:43 AM

                                                             WhatsApp Image 2021-09-27 at 08.38.30.jpeg

Kalau kita lihat, ada banyak sekali objek wisata alam yang terbentuk dengan sendirinya. Salah satu dari objek alam tersebut adalah Green Canyon Pangandaran. Kalau begitu kali ini kita akan membahas tentang Green Canyon Pangandaran. Green Canyon sendiri merupakan ngarai yang berada di hulu sungai, sehingga kecuraman bebatuan tebing di tepi sungai justru menjadi lokasi wisata favorit. Dulunya, Green Canyon Pangandaran itu disebut Cukang Taneuh.. Cukang Taneuh adalah aliran sungai Cijulang yang melintasi dan menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

 

Karena keindahan alam di Cukang Taneuh dikatakan mirip seperti Green Canyon di Amerika, kemudian objek wisata itu dinamai Green Canyon Pangandaran, karena letaknya berada di Pangandaran. Kalau untuk alamat tempat wisata ini berada di Jl. Raya Cijulang - Green Canyon, RT.02/RW.10, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat 46394. Untuk biaya masuknya gratis, tetapi harus menyewa kapal dengan harga sekitar 150.000 - 200.000 rupiah.

 

Sekarang kita akan menggali lebih dalam tentang Green Canyon Pangandaran, di antaranya sisi isi di dalam sana, sejarah terbentuknya, dan lain-lain. Daya tarik pertama dari Green Canyon Pangandaran adalah panorama alam sekitarnya yang sangat indah. Tebing-tebing batu yang menjulang tinggi, ditambah dengan lebatnya pepohonan di sekitar tebing yang memberikan nuansa keteduhan. Selain itu, terdapat juga gua, serta stalaktit, dan stalagmit. Green Canyon ini sudah terbentuk di Pangandaran sejak dulu dan wisata ini mirip sekali dengan Green Canyon di Amerika sehingga, wisata alam ini dipanggil dengan nama Green Canyon Pangandaran. Objek wisata berbentuk ngarai ini awalnya terbentuk akibat adanya erosi tanah dari aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun yang dulu. Awalnya, tempat ini bernama Cukang Taneuh, berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti jembatan tanah. Dari sejarah petualangan 3 bule ke daerah Cukang Taneuh pada tahun 1989, objek wisata Green Canyon Pangandaran kini sudah berusia 30 tahun. Tentu destinasi wisata ini semakin terkenal dan berkembang.

                                                                                         WhatsApp Image 20210927 at 07.05.04.jpeg

Green Canyon sendiri terbentuk dari aliran Sungai Cijulang yang melintasi gua yang dipenuhi stalaktit dan stalakmit. Aliran sungai ini pun juga melewati dua bukit dengan pepohonan yang rimbun dan bebatuan yang indah. Air di sepanjang sungai Cijulang hingga ke Green Canyon ini berwarna kehijauan. Warna hijau ini berasal dari plankton atau organisme renik sejenis alga yang hidup di air sungai yang masih alami ini. Di musim hujan, air akan terlihat hijau agak kecoklatan. Keindahan pantulan cahaya matahari yang kehijauan memendar di dinding batu alam dan sela-sela kerimbunan tumbuhan hutan menyejukkan mata kita saat melintas di sepanjang sisi sungai.

 

Kendaraan yang dipakai untuk menikmati wisata Green Canyon ini adalah perahu. Tiap perahu dapat memuat hingga 5 (lima) orang pelancong yang akan di antar menyusuri sungai Cijulang menuju Green Canyon dengan jarak 3 km atau dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit.  Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Green Canyon adalah musim kemarau, karena ketika musim hujan turun maka debit air sungai akan naik. Green Canyon buka setiap hari mulai dari jam 08.00 WIB – 16.00 WIB, kecuali hari Jumat buka jam 13.00 WIB – 16.00 WIB. Tempat wisata ini tentunya bisa dibuat untuk sarana berfoto. Banyak tempat-tempat yang sangatlah bagus untuk menjadi sarana foto. Dan banyak sekali orang-orang yang berfoto di atas batu yang berada di tengah air.

                                                                               WhatsApp Image 20210927 at 08.39.07.jpeg

Untuk bisa sampai di lokasi, kita dapat memulai perjalanan dari Dermaga Ciseureuh. Dengan menggunakan perahu sewaan yang banyak ditemui disana kita menyusuri sungai sejauh 3 km, atau kurang lebih selama sekitar setengah jam. Kanopi hutan yang masih asri menghiasi perjalanan kita menuju pemberhentian perahu di mulut gua Cukang Taneuh. Jika beruntung, kita dapat melihat hewan-hewan air antara lain biawak berenang mencari ikan. 

 

Kalau untuk pandemi sekarang, Green Canyon Pangandaran masih bisa didatangi, hanya saja butuh menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan batas waktu buka yang dikurangi. Aturan disana antara lain, tidak boleh keluar dari perahu jika masih dalam track perahu. Kalau untuk aturan lain hanya butuh melakukan protokol kesehatan yang ketat saja. Protokol kesehatan yang diadakan di sana sangatlah ketat karena ingin membuat pengunjung yang menikmati wisata di sana tidak perlu takut akan terkena Covid-19. Kalau begitu ini sekilas artikel tentang Green Canyon Pangandaran.

                                                                                     Terima Kasih telah membaca.

Referensi:

https://www.idntimes.com/travel/destination/al-735/pesona-alam-green-canyon-di-bumi-pangandaran-exp-c1c2/2

https://www.nativeindonesia.com/green-canyon-pangandaran/

https://www.dakatour.com/pesona-keindahan-green-canyon-destinasi-tempat-wisata-di-jawa-barat-cocok-untuk-kalian-pecinta-rafting.html

https://tourism.pangandarankab.go.id/artikel/green-canyon